Selamat Datang

Selamat Datang di Web Blog Patriot Cahaya. Web Blog ini berisi perjalanan penulis Senda Irawan dan Novel Patriot Cahaya. Bagi sobat pembaca yang ingin mengetahui tentang Patriot Cahaya Berikut ini petunjuk link yang bisa diklik:

Klik Sinopsis - Untuk mengetahui sinopsis dari Patriot Cahaya.

Klik Endorsement - Untuk mengetahui siapa saja yang mengendorse Patriot Cahaya.

Klik Youtube - Untuk melihat preview youtube-nya.

Klik Interview Majalah - Untuk melihat berita tentang interview Senda Irawan di majalah-majalah yang pernah mewawancarainya.

Klik Interview TV - Untuk melihat berita tentang interview Senda Irawan di televisi yang pernah mewawancarainya.

Klik Bedah Buku - Untuk melihat berita tentang acara bedah buku yang Senda Irawan lakukan.

Preview Patriot Cahaya

Tampilkan postingan dengan label Preview Patriot Cahaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Preview Patriot Cahaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2011

2 Message Yang Membuatku Bersyukur.....

Yiiihaaa, hari ini aku sangat senang karena ada dua message yang hinggap di e-mail Yahoo-ku. Satu e-mail datang dari Mbak Martini, editor Elexmedia Komputindo ini mengabarkan kalau bulan Agustus ini, Patriot Cahaya akan di retas. Berikut petikan e-mail dari editorku:

"Rencananya terbit bulan Agustus, 2 bulan sebelum terbit naskah sudah harus diedit dan masuk bag produksi,nanti kita kasih tau kalau ada revisi atau keperluan lain."

Terus terang aku sangar speechless mendengar e-mail ini karena Patriot Cahaya yang selama ini sudah aku nantikan akhirnya lahir. Belum selesai kejutan e-mail dari editor, aku kemudian mendapatkan email kiriman dari Peer Holm Jorgensen. Dalam waktu dekat ia akan mengirimkan endorsement, berikut petikan suratnya padaku:



Hi Senda,

Just to let you know that I expect to finish my reading and making the endorsement either late to night or at the latest tomorrow – Danish time.

Have a nice day.

All my best
Peer

Sungguh hari ini penuh dengan kejutan, perlahan Cahaya yang sudah kupersiapkan lama berpijar semakin terang. Tentunya ini semua bukan karena diriku semata, ada campur tangan Allah, sahabat dan teman-teman penulis yang mendukungku selama ini....

Tanpa mereka, aku hanya setitik hitam yang tenggelam di lautan warna paling dasar....

-Senda-
Penjejak Cahaya

Sabtu, 02 April 2011

Preview Patriot Cahaya

Setelah dua hari berlatih Ulead dengan bantuan dua orang sahabatku, Pelton dan Prasetyo Adinugroho, akhirnya video tentang Patriot Cahaya terealisasi juga. Ini adalah gambaran sedikit tentang Patriot Cahaya, semoga engkau menikmatinya sobat....



Music By: Yiruma, Kiss The Rain

Sabtu, 26 Maret 2011

Endorsement ke 14 dari Penulis Kontrasepsi

Sobat Patriot Cahaya, aku hari ini speech less mendapatkan endorsement dan surat dari Mbak Eni Martini untuk Patriot Cahaya, sungguh diluar dugaan ia akan memberikan endorsement dan suratnya yang cukup panjang, aku hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih untuk kesediaannya membaca Patriot Cahaya.



Endorsementnya:

Patriot Cahaya menyuguhkan peristiwa menyenangkan, kegagalan dan kehilangan juga kebahagiaan, sebagai debut awal saudara Senda dalam menulis novel menurut saya idenya sangat kaya: kaya tokohnya, kaya tragedi mau pun konfliknya yang dicangkup dalam satu wadah tokoh yaitu Patriot Cahaya

Eni Martini
Penulis Novel Kontrasepsi



Dan ini surat khusus dari beliau:

10.00 wib
Bismillah.
Malam ramai…
Di hari yang selalu sibuk oleh anak-anak meski gelap mulai memeluk bumi.

Membaca novel Patriot Cahaya awalnya saya sempat dibingungkan akan karakter pertokoh, juga nama-namanya karena banyaknya tokoh-tokoh dalam novel ini yang berperan, termasuk bingung siapakah tokoh utama yang akan saya jadikan idola, meski pada halaman pertama sudah dijelaskan: tokoh Andra mendominasi cerita Patriot Cahaya.
*kebanyakan kan setiap novel pasti ada satu tokoh idola yang menonjol dan diidolakan pembacanya, misalnya dalam novelnya Kang Abik atau Habiburrahman yang berjudul Ayat Ayat Cinta, dimana disana menonjol seorang tokoh bernama Fahri baik secara karakter, dll sehingga sampai ada fenomena anak-anak yang baru lahir dinamai oleh ibunya: Fahri (ini terjadi pada teman saya sendiri).
Kembali ke Patriot Cahaya, dalam novel ini *setelah membaca sekian lembar, akhirnya saya menyakini Andra lah tokoh utama, sebagai pencetus Patriot Cahaya sesuai judul novel. Namun ternyata seiring sejalan banyak tokoh-tokoh lain yang tidak kalah kuat, terlebih setelah… ternyata Andra menemui ajalnya, menurut saya bukan sebagai penutup cerita seperti kebanyakan tokoh utama dalam novel-novel lain, bukan sebagai puncak ending-nya.(Dalam hati saya bertanya mengapa Andra harus meninggal agar membuat teman-temannya menyadari untuk bersatu menyelesaikan mimpi mereka masing-masing? Kenapa tidak diperkuat perjuangan mereka dalam menggapai impian lalu ditutup dengan ending mereka meraih mimpi sesuai porsinya masing-masing tanpa ada yang harus meninggal? Pembaca kan, bisa mengambil hikmah atau pencerahan dari pergulatan para tokoh saat menggapai mimpi mereka…
Namun pada episode si penulis saya baru tahu kenapa Andra harus meninggal dalam perannya di novel ini. Turut berduka cita ya, Senda)
Nah, ketika menyakini Andra sebagai tokoh utama, saya sempat mempermainkan imajinasi saya sebagai pembaca bahwa pada ending cerita dia akan sukses ke London, menjadi sineas film sesuai harapannya, dan bersatu dengan Kezia, pengagum gelapnya setelah melalui peristiwa Kanaya meninggal karena kecelakaan *seperti biasa para penulis membuat salah seorang tokoh meninggal agar mudah untuk merubah scene atau saya biasa menamainya: merubah takdir agar tidak perlu repot membuat cerita, kenapa tokoh tsb tidak ada atau tidak bisa bersatu dengan tokoh yang dimaksud penulis , kemudian Andra tergoda hati dengan Delta yang hanya dijumpai sekilas. Seperti suksesnya tokoh utama dalam novel Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, si Ikal (setidaknya meski gagal menyatu dengan A Ling, tokoh Ikal mencapai mimpinya sampai ending).
Sehingga pembaca akan menamatkan novelnya dengan ingatan tokoh utama hidup dengan mencapai tujuannya.*rata-rata pembaca menginginkan tokoh utama hidup kan, apalagi jika novel tersebut sejenis novel pencerahan (saya berharap sekali novel saudara Senda ini termasuk dalam novel pencerahan seperti novel-novel lain yang dibuat berdasarkan kisah nyata, amin).
Maka dari pergulatan, pertanyaan soal tokoh utama…kesimpulan akhir setelah membaca Patriot Cahaya, menurut yang saya tangkap secara pribadi ternyata tokoh utama dengan kaya karakter itu adalah ‘Patriot Cahaya” itu sendiri, yang berisi anak-anak muda dalam berbagai kalangan, yang memiliki nasib-nasibnya sendiri, yang berjuang menentukan takdir hidup, khas gaya anak muda sekarang: sok tahu, optimis-pesimis-emosional, cerdas, banyak kemauan, persahabatan, percintaan, dan pemimpi!
Pembuatan novel secara puzzle atau tidak beraturan atau si penulis menamakannya Maju-Mundur sehingga pembaca terombang-ambing emosinya, *sesungguhnya saya penyuka alur novel sejenis Patriot Cahaya, dimana kita jadi main tebak nasib, tebak ending, tebak tokoh, dsb dengan rasa penasaran penuh. Namun tidak mudah untuk membuat novel dengar alur Maju-Mundur, si penulis dipaksa untuk memiliki daya ingat tinggi akan kisah perkisah yang dibuatnya, seperti otak yang berkerja keras mengingat kejadian masa silam dan masa di depan. Salut untuk Senda ya !
Seperti novel-novel lain yang berusaha menyuguhkan sesuatu untuk pembaca, maka Patriot Cahaya menyuguhkan peristiwa menyenangkan, kegagalan dan kehilangan juga kebahagiaan, sebagai debut awal saudara Senda dalam menulis novel menurut saya idenya sangat kaya: kaya tokohnya, kaya tragedi mau pun konfliknya yang dicangkup dalam satu wadah tokoh yaitu Patriot Cahaya yang memiliki filosofi:
Sejauh mata melangkah, kita akan selalu menjadi patriot cahaya yang menerangi kegelapan. Baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang-orang di sekitar kita. Perjalanan panjang akhirnya membuat kita menyadari arti penting dari sebuah perjuangan, sebuah sinar tidak akan menjadi terang bila tak ada yang membantunya untuk tetap terang, keberadaan sahabat adalah kunci meraih asa, doa orang terkasihi adalah pemulus jalan dan keyakinan pada Illahi adalah bahan bakar untuk meneranginya.
Sehingga ketika selesai membaca novel saudara Senda yang cukup banyak menggunakan gaya bahasa puisi, seperti pada pembuka novel:
Matanya terlilip oleh debur angin di musim penghujan, saat ini badai sepertinya ingin menyapa para perindu air...
Atau pada lembaran lainnya yang menyuguhkan puisi:
Ada arti mendalam
Saat kau buat lubang di pipimu
Semua keramahan tergantikan dalam gurat halus bibirmu
Dan banyak lagi menyelipkan puisi-puisi lainnya.
Selain terhibur oleh warna berbeda, novel yang diperkaya genre tulisan lain: puisi, saya merasa anak-anak muda layak untuk membaca Cahaya Patriot agar maksud si penulis tersampaikan dengan baik: menjadi patriot cahaya dalam kegelapan...
Terbayang bukan anak-anak bangsa yang demikian, sehingga tidak ada satu pun perbuatan baik yang sia-sia meski mengalami berbagai keterpurukan

Paso, 22 Maret 2011

Eni Martini

Minggu, 02 Mei 2010

Endorsement ke 9 untuk Patriot Cahaya

Setelah lama tidak mengabari sobat pembaca tentang Patriot Cahaya, kali ini aku akan mengabari tentang endorsement terbaru untuk Patriot Cahaya. Hmm siapa yang kali ini memberi endorsement?



Yup, kali ini tidak lain dan tidak bukan adalah penulis senior yang sudah meretas novel-novel best seller. Beliau adalah bu Abidah El Khalieqy yang sudah membuat novel Perempuan Berkalung Sorban dan Menebus Batas menjadi best seller. Lewat tangan dinginnya, kedua novel tersebut menjadi novel best seller. Hmm seperti apa endorsement dari beliau? Mari kita simak penuturan beliau….



“Novel persahabatan, petualangan dan percintaan yang mendebarkan. Pendongkrak jiwa muda di tengah zaman edan.”

(Abidah El Khalieqy, Penulis Perempuan Berkalung Sorban dan Menebut Batas)



Aku sangat terperangah, kala beliau menyempatkan diri untuk membaca Patriot Cahaya. Aku berharap langkahku menuju impianku, tidak terhadang apapun. Seperti mimpi Patriot Cahaya yang akan terealisasi….

-Senda-
Penjejak Cahaya

Minggu, 18 April 2010

Endorsement ke 8 Untuk Patriot Cahaya dari Fahd Djibran

Wow, senang sekali aku mendapatkan endorsement dari penulis hebat seperti Fahd Djibran. Penulis yang terkenal cerdas dan menggelitik pemikiran kita akan kontempolasi dan sastra ini sudi berkenan membubuhkan endorsementnya padaku. Mau tahu seperti apa endorsementnya? Check it out....



“Saya sangat mengapresiasi novel ini. Kisah tentang cinta dan perjuangan memang tak pernah habis dikupas, selalu ada sisi lain yang menarik untuk diakrabi dan dijadikan sumber inspirasi.”

Fahd Djibran, Penulis Curhat Setan



Fiuh susah mengungkapkan apa yang kan ku rasakan nantinya bila Patriot Cahaya sudah tergenggam. Kejutan-kejutan ini memberikanku spirit untuk tetap berjuang seperti para Patriot Cahaya selalu menggenggam keyakinan pada dirinya untuk bertindak.

Terima Kasih Fahd karena sudah meluangkan waktu untuk membaca naskah saya....
:-)

-Senda-
Penjejak Cahaya

Sabtu, 10 April 2010

Endorsement ke 7 untuk Patriot Cahaya

Kali ini Patriot Cahaya mendapatkan endorsement yang luar biasa, penulis yang terkenal mengayomi banyak penulis-penulis baru ini menyukai beberapa kalimat penggugah yang ada pada Patriot Cahaya. Dua kalimat tersebut adalah sebagai berikut:



“Denger ya Ndra, kita ini Patriot Cahaya! Pejuang mimpi yang selalu bertarung memperjuangkan mimpi-mimpinya untuk bisa hidup. Jangan cengeng karena alasan sepele kehilangan orang yang lo cintai….”

Dan satu bagian lagi yang disukainya adalah bagian ini:

“Sengaja kubiarkan bintang terbelah itu untuk membuktikan padamu, aku akan kembali menyatukan bintang itu menjadi utuh. Saat bintang harapan terdahulu hilang setengahnya, kamu datang memberikan makna setengah bintang padaku. Aku ingin kita sama-sama percaya untuk saling melengkapi, setelah aku kembali. Karena aku akan selalu memegang janji itu padamu.”

href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTeUPm4bFMBhEEXQROGMspTfqwyxsjRq3sLTR6V4ipMjW4pzqO2I02vFf4BVpqWwuzv0Au6FyAQOxCu1NmK0IpmVSY-9rx6kPID-W4LI3apr36xauQ-91iboXMgbWYQB3YIb1CoFanz7WE/s1600/3.jpg">

Siapakah penulis yang menyukai dua bagian diatas? Ia adalah Triani Retno atau biasa disapa dengan mbak Retno. Tulisan-tulisannya sudah beredar di banyak penerbit dari mulai Mizan, Luxima, bahkan Gramedia. Ingin tahu komentar apa yang dibubuhkan untuk Patriot Cahaya. Simak penuturannya:

“Tak ada yang mudah dalam hidup ini. Semua membutuhkan perjuangan. Seberapa berani kita memperjuangkan mimpi-mimpi kita?
Novel ini sangat menyentuh hati dan menumbuhkan semangat untuk tidak berhenti berjuang.”

Triani Retno
Penulis Buku 25 Curhat Calon Penulis Beken

Sungguh sebuah kehormatan besar ketika beliau membubuhkan endorsementnya pada novelku. Aku tidak percaya novelku mendapat apresiasi seperti ini. Semoga perjalanan minggu depan ke penerbit, memuluskanku untuk terbitnya novel ini.

-Senda-
Penjejak Cahaya

Endorsement ke 6 untuk Patriot Cahaya

Baru-baru ini aku dikirimi endorsement dari seorang penulis yang luar biasa. Penulis ini adalah penulis novel Pandaya Sriwijaya yang terkenal dengan kedigdayaannya dalam membuat kompleksitas cerita.

Ia adalah Yudhi Herwibowo, salah seorang penulis serba bisa, yang bisa menulis apa saja. Dari mulai novel, novel sejarah, buku komputer, sampai buku-buku dengan genre humor. Nah, mau tahu endorsement apa yang diberikan untuk novel saya ini? Mari kita simak penuturannya:



“Menapaki setapak mimpi dengan belutan kisah-kisah tanpa putus asa di antara jurang-jurang kejatuhan, ditambah kisah cinta, persahabatan dan keyakinan membuat Patriot Cahaya menapaki mimpinya itu dengan apik.”

Yudhi Herwibowo
Penulis Pandaya Sriwijaya



Betapa senangnya aku tatkala mengetahui salah seorang penulis hebat yang aku senangi penceritaannya kini membubuhkan endorsementnya. Semoga perjuanganku untuk Patriot Cahaya, memberikan hasil yang signifikan.

-Senda-
Penjejak Cahaya

Rabu, 07 April 2010

Endorsement ke lima untuk Patriot Cahaya

Patriot Cahaya kini sudah mulai menapaki endorsement ke lima. Aku tidak menyangka kali ini penulis Si Bujang dan Putri Malaka, berkenan meluangkan waktunya untuk membaca Patriot Cahaya. Ya, mas Harlis Kurniawan yang terkenal dengan buku penceritaan sarat hikmah ini sudi membubuhkan endorsementnya pada saya. Seperti apa endorsementnya, mari kita simak….



Pejuang mimpi selalu bertarung memperjuangkan mimpi-mimpinya untuk bisa. Mimpi dari kebebasan cinta yang membelenggu. Mimpi kebebasan dari rasa cinta yang membelenggu. Mimpi dari kebebesan dari cita-cita yang belum menyata. Mimpi dari kebebasan dari derita masa lalu yang masih mengikuti.
Novel ini adalah novel yang layak baca bagi kita yang ingin membebaskan diri dari mimpi-mimpi yang masih mengikuti.

Harlis Kurniawan, Penulis Bujang dan Putri Malaka



Nah, itulah sepenggal endorsement dari mas Harlis Kurniawan. Jalan panjang masih terbentang luas di depan, setahap demi setahap sudah kulewati untuk bisa sampai ke penerbit, doakan novelku terbit tahun ini juga sobat.

-Senda-
Penjejak Cahaya

Endorsement ke empat dari Tasaro GK

Siapa tidak kenal Tasaro? Ia adalah penulis novel yang sekarang sedang sangat booming. Novel Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan-nya menjadi novel best seller dan menjadi novel terbaik tahun ini. Kali ini Tasaro GK menorehkan endorsementnya untuk Patriot Cahaya. Hmm seperti apa endorsementnya? Check it out….



“Movie, Persahabatan dan Cinta. Apalagi kombinasi yang magnetnya melebihi tiga tema itu? Novel di tangan anda ini melibatkan anda dalam dunia yang anda kenal fasih. Anda akan merasa berada berada di dalamnya.”

Tasaro GK, Penulis Novel Muhammad dan Galaksi Kinanthi



Wow, aku merasa sangat tersanjung ketika endorsement ini diberikan padaku. Langkah menuju penerbitan kini semakin dekat, endorsement demi endorsement yang diberikan membuatku berdegup kencang. Aku tidak tahu akan seperti apa nantinya, hanya lantunan doa yang bisa mengantarkan novel ini terealisir. Sungguh semakin ke sini, dadaku semakin berdegup kencang, semoga novelku diterima penerbit. Seperti harapan para endorser padaku. 

-Senda-
Penjejak Cahaya

Endorsement ke tiga dari Syamsa Hawa

Patriot Cahaya memasuki fase endorsement ke tiga, kali ini yang memberikan endorsement adalah seorang sahabat yang juga mentor menulis novel. Banyaknya kritik, saran yang diberikan olehnya, akhirnya membuat Patriot Cahaya ini lahir.



Yah, namanya Syamsa Hawa. Karenanya aku lahir menjadi novelis untuk pertama kalinya. Tahukah sobat endorsement apa yang diberikan Syamsa Hawa pada saya? Berikut adalah endorsementnya….



“Novel ini manis, puitis, juga dramatis dan tragis. Tapi tidak melankolis! Ada energi yang bisa diserap dalam setiap track yang dilalui para Patriot Cahaya. Mengenai persahabatan, impian, cinta, ketulusan dan semangat untuk bangkit dari keterpurukan.

Setahu saya, pertama kali mengenal Senda, pengalaman menulis fiksinya masih nol. Bisa menghasilkan novel perdana setebal tiga ratus halaman lebih begini, sungguh tidak terbayangkan sebelumnya. Apalagi gaya penceritaannya Senda banget! Bagi saya, Senda sudah berhasil mentransformasikan dirinya dari penulis non fiksi menjadi penulis fiksi yang cukup piawai mengemas cerita dengan cara berbeda.

Sudah pasti Senda telah menguras banyak energi untuk menulis novel ini, namun sekaligus memperoleh energi baru yang berlipat setelah menyelesaikannya. Betul kan Sen? Good Job!”

Syamsa Hawa, Penulis Novel, Cerpenis, Redaktur Annida, Mentor Focuz The Writing School

Ketika endorsement ini datang, jujur aku cukup terharu. Karena usahaku selama ini akhirnya mulai terlihat. Tapak demi tapak akhirnya kujejaki untuk Patriot Cahaya. Sebuah dunia yang akan mengantarkanku ke dalam level yang kuinginkan kedepan….

-Senda-
Penjejak Cahaya

Jumat, 02 April 2010

Endorsement kedua dari penulis novel Tragedi Kapal Livina



Fiuh beberapa waktu lalu, aku menyodorkan Patriot Cahaya pada salah seorang sahabat di dunia maya yang juga penulis novel. Namanya Ma’mun Affani, ia adalah seorang penulis novel yang menceritakan tentang kejadian pelik yang terjadi pada Kapal Livina. Endorsement singkatnya adalah sebagai berikut:

“Begitu pelik. Pembaca akan bertanya titik akhirnya…”

Hmm, kalau penulis yang terkenal dengan tulisan penuh realitas saja, memberikan endorsement untuk Patriot Cahaya, maka kenapa tidak mencoba menilik lebih dalam Patriot Cahaya?



So, tunggu tanggal mainnya ya….

-Senda-
Penjejak Cahaya

Kamis, 25 Maret 2010

Endorsement Patriot Cahaya

Untuk pertama kalinya Patriot Cahaya diberi endorsement dari salah seorang penulis yang karyanya sudah melimpah di usia mudanya. Yah, penulis bernama Endik Koeswoyo menjadi orang pertama yang memberikan endorsement untuk novel saya.

Setelah Mas Endik (sapaan hangat untuk Endik Koeswoyo) membaca Patriot Cahaya, ia pun berkomentar manis tentang karya saya. Bunyi endorsement seperti ini:



“Penggabungan antara cinta, realitas dan impian dalam novel ini begitu luar biasa. Alur yang dibangun begitu unik. Membacanya membuat kita sadar bahwasanya kita adalah penerang, kita adalah cahaya itu”
(Endik Koeswoyo, Penulis dan Pimred. Kembang Pustaka, Penulis novel Doa untuk Dinda)



Saya sendiri sebagai penulis, cukup terkejut dengan komentarnya. Karena saya tidak menyangka naskah novel saya dapat membuat tertarik seorang penulis yang sudah malang melintang di dunia perbukuan. Yah, mas Endik yang juga salah satu orang di balik acara Islamic Book Fair Jogja, Malang dan Surabaya ini berkenan memberikan waktu untuk membaca dan memberikan endorsement untuk saya.

Nah kalau mas Endik yang penulis novel saja mau membaca novel saya, mengapa sobat Patriot Cahaya tidak mencoba membaca novel saya nantinya?

-Senda-
Penjejak Cahaya

Tahap editing yang cukup menguras tenaga



Kalau boleh jujur, aku terperangah saat menyelesaikan Patriot Cahaya, betapa tidak novel ini benar-benar menguras energi, waktu dan tenaga untuk menyelesaikannya. Terlebih di fase editing ini, aku sudah mulai menguras energiku lebih lanjut untuk mengedit bagian-bagian tersulit dalam novel ini.

Dengan bantuan sahabatku yang juga penulis, kini kucoba merampungkan bagian-bagian yang kuanggap sulit. Sekarang aku semakin menyadari menjadi seorang penulis novel tidaklah mudah, karena sewaktu aku menelurkan Living Like a Puzzle, aku tidak pernah mengalami kelelahan pikiran seperti saat ini. Ingin rasanya melakukan perjalanan panjang untuk me-refresh kembali semuanya, mungkin aku akan pergi ke China atau Korea atau mungkin akan umroh?

Well, bagaimanapun kondisinya tahun ini mungkin aku akan melakukannya, tentunya setelah perjuanganku ke penerbit dan mengedit ini semua selesai. Ahh, nikmatnya menjadi novelis….

-Senda-
Penjejak Cahaya

Minggu, 21 Maret 2010

Akhirnya Selesai Juga....



Sudah kupikirkan berbagai macam cara untuk menyelesaikan sesuatu yang kumulai tentang sebuah konsep bernama Patriot Cahaya. Siang malam, aku membaca banyak novel, buku, berjibaku dengan komputer dan pencarian makna tentang hal-hal yang mengguncang dunia. Hingga akhirnya kau tahu? Aku berhasil menyelesaikan semuanya.

Ini sebuah prestasi besar bagiku, mengingat apa yang sudah kurencanakan sudah selesai setahap, meski masih enam tahap lagi yang belum kuselesaikan.

Kedepan aku tak tahu apa yang akan terjadi, namun satu hal, aku percaya semua akan baik-baik saja selama ada niat baik meminta perlindungan-Nya. Semoga langkah kecilku dapat perlahan menapaki jenjang mimpiku pada tahap selanjutnya

-Senda-
Penjejak Cahaya

Senin, 08 Februari 2010

200 Halaman Sudah Tertalukkan


Begitu panjang jalan kulewati untuk menyelesaikan 200 halaman. Beragam kesulitan yang mengiang dan menyilangi lingkup alur membuatku menjadi pusing kepalang. Tak jarang emosiku meluap tak beralasan.

Letupan ini membuatku semakin tidak terkendali karena sebagian besar pikiranku seolah terdesak keluar. Di luar semua itu detik ini aku hanya bisa mengucapkan syukur yang lebih mendalam lagi, karena aku sudah melewatinya.

Meski aku tahu ini belum usai, setidaknya langkahku menggapai cahaya itu semakin dekat. Dan sepertinya aku menikmati perjalananku saat ini.

Dalam sebuah detik ku melangkah….

Diantara denting harap….

Karena aku Patriot Cahaya

_Senda_
Pencatat Cahaya

Minggu, 31 Januari 2010

20 halaman penuh emosi dan intuisi



Jejak perjalananku semakin menunjukan aral yang melintang besar di depanku. Aku seperti terjembab dan keluar dari kungkungan bab yang kubuat sendiri. Untuk pertama kalinya aku sebagai subyek menjadi tak bebas dari sebuah kebebasan yang kupilih. Kungkungan bab ini mencoba mengeluarkan batas pemikiranku semakin dalam, menjejakkan hari demi hari untuk menyelesaikan bab ini.

Nafasku seakan tersengal-sengal untuk menyelesaikan ini. Tingkat beban pikiran yang menyentakkan pikiranku seolah membuatku ingin meledakan diri dalam situasi pelik ini. Beruntungnya Sang Khalik memberikanku ide dan petunjuk-petunjuk untuk menyelesaikan semuanya. Hingga aku bisa sedikit bernafas lega kali ini.

Aku tidak akan tau akan seperti apa sensasi yang akan kutemui saat mencoba menyelesaikan semua hal ini, tak sabar menanti bintang sirius yang menyala terang, seterang nyala cahayaku pada harapan terbitnya novel ini, terlebih jika rasio mimpi filmasisasi novelku terwujud, bukan kepalang rasa bahagia ini.

Semoga harap ini terkabul dan aku lebih bisa menelungkupkan badanku, seraya menyentuh kening sambil mengucap rasa syukur mendalam pada hidup. Alhamdulillah….

Senda
Sang Pencatat Cahaya

Senin, 25 Januari 2010

Menyematkan Cahaya Baru dalam Konflik


Pertengahan jalan ini kumulai kembali perjalanan cahaya dengan sebuah tantangan baru, orang berkata ini sebuah ras. Tapi bagiku ini sebuah kenyataan yang pelik, yang harus kuangkat.

Maafkan aku sodaraku karena aku telah membuka luka bathin yang telah tersimpan begitu lama. Tujuanku hanya ingin menguak tabir yang tak terkuak oleh lekang waktu. Aku ingin membuka mata tentang sebuah perbedaan yang seharusnya tak tercipta.

Aku ingin mereka menyadari tidak ada lagi pandangan sinis dalam balutan perkataan yang mungkin menyentakmu dengan kata-kata,”CINA.” Harapku Patriot Cahaya akan membuka mata siapapun untuk melihat hari esok lebih baik.

Seperti genggaman tangannya untuk dirimu….

-Senda-
Sang Pencatat Cahaya

Selasa, 19 Januari 2010

Separuh



Bila separuh perjalananku telah kulewati, itu bukan karena kuatnya pemikiranku. Bukan pula karena kemampuanku yang utuh. Semua karena kehendak-Nya yang berperan banyak mengisi kekuatan dipikiranku untuk merealisasikan mimpi menjadi nyata.

Penjejak Cahaya, sudah setengah jalan kulewati untuk menulis Patriot Cahaya. Beragam perasaan bercampur aduk, sedih, tertawa, galau, bingung semua silih berganti datang. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan ketika aku harus menyelesaikan perjalanan jejak cahaya.

Semoga perjalananku ke depan dipermudah untuk nantinya mencapai sebuah hasil yang bermakna untuk penjejak cahaya dan untuk diriku sendiri.

Senda
-Sang Pencatat Cahaya-

Jumat, 15 Januari 2010

Perjalanan Cahaya Sang Patriot


Sepertiga jalan kini kulewati.... Perpaduan rasa suntuk, sedih, senang, kurasakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan ini. Pada satu titik suntuk aku merasakan hilangnya ide yang tak bisa kukendalikan dalam genggamanku. Padahal seharusnya dapat kugenggam dengan baik semua kendaliku. Namun itulah dinamika yang harus kulewati....

Tidak ada sebuah perjuangan yang mulus, semua selalu memiliki lika-liku. Tinggal bagaimana kita menyikapinya bukan? Hmm, di sepertiga menuju setengah jalan, sudah beragam konflik dan perjalanan yang mengharukan hadir dalam dunia Patriot Cahaya, berbagai macam pemikiran dan dialog sudah banyak keluar. Kini tinggal bagaimana menjaga kestabilan semangat untuk sampai akhir. Aku yakin hari itu akan tiba, bila perhitunganku benar, Patriot Cahaya akan selesai mentahnya ketika Februari berakhir. Keyakinanku mungkin benar, mungkin juga salah. Satu keyakinan pasti para penjejak (baca:pembaca blog dan calon pembaca novel Patriot Cahaya) akan membantu mengingatkanku akan target yang ingin kuselesaikan.

Penjejak Cahaya, kuharapkan doa dan spirit untuk menyelesaikan perjalanan Patriot Cahaya. Karena kedepan beragam konflik harus kuramu untuk menyelesaikannya, ke depan liku akan lebih sulit dari yang kubayangkan, entah kejutan apa lagi yang akan kudapatkan nanti....

-Senda-
Sang Pencatat Cahaya

Rabu, 13 Januari 2010

Setitik cahaya untuk sebuah mimpi



Pertama kali menorehkan tulisan untuk mengawali ini dan mulai berpikir kembali tentang bab-bab seperti apa yang akan tampil dalam novel pertama saya. Hingga sebuah ide dari beragam perjalanan mencari inspirasi selama satu tahun terakhir ini membuat saya membuat Patriot Cahaya.

Dengan mencoba menggali kekuatan menulis saya, akhirnya saya menemukan sebuah kekuatan dalam membuat sebuah dramatisasi dalam penulisan novel. Dukungan dan support mengalir ketika saya memulai proyek ini. Serba tidak pasti membuat sebagian kalangan berkata “proyek mimpi akan terealisir bila ada pendukungnya, sedang dirimu hanya penulis biasa yang hanya ingin bertransformasi menjadi novelis.”

Saya terdiam dalam sebuah perenungan ketika sumbang suara ini menekan imaji saya. Hingga terbersit keinginan, untuk tidak memulai.

Namun suara sumbang itu tak kudengarkan dan kuhilangkan sejenak, hingga akhirnya dengan keberanian saya mencoba untuk membuatnya. Berawal mengerjakan setengah-tengah dengan kerjaan menulis lainnya, kini saya fokuskan semua pikiran saya ke dalam novel ini. Entah ada kekuatan seperti apa yang menggiring saya untuk tetap bertahan. Hanya sebuah keyakinan untuk melihat mimpi terbesar dalam hidup.

Jalan terjal mungkin panjang membentang, namun harapan selalu membawa kekuatan bagi siapapun untuk merealisasikan mimpi. Karena aku Pencatat Cahaya….