Selamat Datang

Selamat Datang di Web Blog Patriot Cahaya. Web Blog ini berisi perjalanan penulis Senda Irawan dan Novel Patriot Cahaya. Bagi sobat pembaca yang ingin mengetahui tentang Patriot Cahaya Berikut ini petunjuk link yang bisa diklik:

Klik Sinopsis - Untuk mengetahui sinopsis dari Patriot Cahaya.

Klik Endorsement - Untuk mengetahui siapa saja yang mengendorse Patriot Cahaya.

Klik Youtube - Untuk melihat preview youtube-nya.

Klik Interview Majalah - Untuk melihat berita tentang interview Senda Irawan di majalah-majalah yang pernah mewawancarainya.

Klik Interview TV - Untuk melihat berita tentang interview Senda Irawan di televisi yang pernah mewawancarainya.

Klik Bedah Buku - Untuk melihat berita tentang acara bedah buku yang Senda Irawan lakukan.

Preview Patriot Cahaya

Tampilkan postingan dengan label Penjejak Cahaya Said. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penjejak Cahaya Said. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2012

Motivator juga manusia Bung!


Beberapa waktu lalu saya berdiskusi dengan salah seorang sahabat. Sorot matanya nampak kecewa, saat menceritakan pengalamannya bertemu salah seorang motivator dengan title certified dari luar negeri. Saat itu ia menceritakan bagaimana ia dipandang sebelah setelah orang-orang menyebutnya hanya seorang asisten. Bahkan di akhir pertemuan, ia disuruh orang tersebut membawa tasnya.

Mendengar cerita ini saya hanya tersenyum saja dan berkata padanya, selamat datang di dunia nyata.

Pengalaman saya dengan motivator juga tak kalah serunya dibandingkan sahabat saya, dari mulai melihat kenyataan dan tindakan berbanding terbalik, memandang orang lain rendah, sampai pernah dimaki dengan bahasa yang tak pantas untuk seorang motivator. Perlahan saya kemudian menyadari banyak pelakunya yang terjebak hidup dalam topeng yang dibuatnya sendiri.

Dengan embel-embel pikiran positif, kita digiring untuk melihat sosoknya sempurna. Padahal semua itu hanya kepalsuan semata. Sebagai salah satu tim yang dulu pernah menangani motivator saya sendiri pernah diajari untuk menaikkan pamornya dengan membuat isu positive terhadap sang motivator. Saya pun kemudian berusaha membuat namanya terangkat, hingga kejadian demi kejadian membuka mata saya tentang “stress management.”

Tidak semua motivator punya stress management yang baik. Mau tahu kenapa bisa begitu? Karena mereka sendiri sebenarnya memiliki kelemahan dalam stress management. Buktinya mereka sangat haus dengan ilmu perbaikan diri, tanpa pernah sadar memperbaiki semua dimulai dari mengenal diri sendiri.

Teman saya yang membenci motivator....

Saya masih ingat dengan kata-kata teman saya yang berbicara tentang tren “nabi baru.” Pasca buku The Secret karya Rhonda keluar, para motivator tiba-tiba saja menjelma menjadi “nabi baru” dengan kata mukjizat Law of Attraction (LoA). Pelan-pelan namun pasti ajaran Rhonda kemudian disejajarkan tingkatannya dengan doa yang telah lama diajarkan para Nabi. Saya terperanjat dan baru menyadari perangkap nabi dalam tubuh para motivator.

Hingga setiap saya bertemu motivator, hampir semuanya membicarakan LoA. Saya pun dulu jujur mengakui sempat melihat konsep ini dan mempelajari meski dalam wujud spiritual. Dan beberapa tahun belakangan ini barulah saya paham semakin saya tahu ilmu tersebut, maka sesungguhnya semakin bertentangan dengan ajaran agama yang saya anut.

Anehnya biar terlihat halus, beberapa dari mereka kemudian mencampuradukkan dengan ajaran agama hingga terkesan tak menyalahi semua aturan agama yang tertuang dalam Al Qur’an. Entah saya harus bilang apa, namun sekali lagi saya harus setuju dengan kata-kata teman saya tentang fenomena nabi baru.

Saya juga menulis 2 buku motivasi
Saya tidak munafik, dalam perjalanan karier menulis, saya memulainya dengan membuat 2 buku motivasi. Yang pertama Living Like a Puzzle dan yang kedua adalah Keajaiban Berprilaku Positif. Kedua buku ini sebenarnya saya tulis “bukan” untuk pencitraan sebagai seorang motivator.

Buku pertama awalnya saya tulis sebagai bentuk motivasi terhadap diri saya sendiri, kalaupun jadi sebuah buku yang bermanfaat itu bagi saya hanya bonus semata saja. Pun dengan buku kedua yang ditulis karena permintaan editor yang ingin membuat sebuah buku motivasi dengan kisah-kisah inspiratif di dalamnya.

Saya akui banyak orang yang kemudian merasa terinspirasi dengan buku tersebut. Bagi saya pribadi ini adalah bonus dan bukan tujuan saya menjadikan buku ini sebagai momentum pencitraan. Cukuplah pencitraan milik tokoh lain yang senang dengan ketenaran....

Motivator juga manusia Bung!

Ini adalah poin penting dari semua tulisan ini. Ya, motivator sebenarnya bukan nabi, dewa atau tuhan. Mereka juga sama dengan kita yang bisa tertawa dan sedih dalam momen tertentu. Tak ada yang membedakan mereka dengan diri kita, yang ada hanyalah mereka berada di depan melihat kita yang berdesakkan melihatnya. Yah, kurang lebih seperti orang biasa yang melihat artis di depan panggung.

Jadi berhentilah melihat mereka lebih istimewa dari diri kita. Pada dasarnya kita adalah istimewa, hanya saja kita terlalu sibuk melihat keistimewaan orang lain dan lupa untuk melihat diri kita lebih dalam.

Dan sekali lagi saya tegaskan, Motivator itu juga manusia Bung!

Senda

Jumat, 05 Oktober 2012

Sembilu renung yang tersimpan....



Malam hening diantara redup bintang yang hanya menghembuskan halus desir angin. Hari ini entah mengapa semua serasa terhenti. Pergerakkan dengan gegap gempita yang terus menerus diusahakan untuk sesaat seakan membawa diri kepada sebuah titik nadir. Semuanya kosong dalam rangkai tanya tak berhenti?

Apakah tanya kemudian membawaku pada sebuah titik dimana rasa syukur kemudian berkurang? Larutku terhimpit oleh sebuah justifikasi kurangnya rasa syukur. Diantara semua gulana ini, terbersit kemudian tentang sebuah pesan dari guruku.

“Beliau berkata, kita semua hanya diperintahkan mengerjakan yang terbaik bukan mencapai hasil yang besar....”

Diam kemudian aku dibuatnya, sekali lagi aku limbung dalam sebuah fenomena diri sembari membisik dalam hati, “apa yang akan terjadi nanti....”

Terkekang sudah dalam pemikiranku tentang bait masa depan yang tertanam dalam imaji. Indah sekali tanpa cela. Melebar angan menjauh dalam sebuah nyata tersaji, sembari takzim memanjatkan lafadz hamdallah, mendapatkan semuanya.

Namun sekali lagi tersadar pekik ruang mencekik raga, tak satupun tergerak untuk menggapai, kembali aku tersandar diantara tanya-tanya yang kemudian memekik hebat dalam pikiran. Tak tahu harus bersenandung seperti apa bibir ini ya Rabb, karena kendali diri ini sepertinya mencapai nadir. Dan kukembalikan semua ini pada-Mu, bila memang engkau tidak mengizinkan semuanya seperti rangkai bayang untuk masa depanku kelak....



-Senda-
Penjejak Cahaya

Sabtu, 01 September 2012

September = Transformasi


Bertransformasi, saya meminjam istilah ini dari sahabat saya yang juga penulis dan motivator Pak Dudi. Kata ini mungkin terdengar biasa, tapi bagi yang menjalaninya mungkin sebuah cara sendiri untuk memperlihatkan bagaimana arah hidup seseorang sebelumnya.

Jauh sebelum saya masuk dunia penulisan, saya mencoba beragam jenis bisnis jasa, namun rencana Allah ternyata lain, karena berbagai macam kejadian, saya kemudian mulai masuk ke dunia penulisan. Buku pertama saya Living Like a Puzzle kemudian mengantarkan saya menjadi penulis dan ghost writer, saya kemudian mengalami petualangan menarik di dunia penulisan. Hingga sebuah keputusan besar kemudian harus mengantarkan saya pada sebuah titik dimana saya harus kembali ke dunia bisnis.

Ust. Yusuf Mansur, beliau mungkin orang yang tepat yang kemudian membuat saya berpikir kembali jalan lama yang pernah saya mulai dulu. Dari sini saya harus buat keputusan besar untuk membahagiakan kedua orang tua saya terutama Ibu.

Yah niat saya untuk umroh dan haji bersama Ibu dan Bapak membuat saya harus berpikir keras untuk mendapatkan materi lebih banyak lagi.

Apa di dunia penulisan tidak bisa merealisasikannya?


Bukan tidak bisa, tapi butuh proses yang cukup lama. Dalam bisnis dengan bantuan Allah semua bisa dipercepat selama kita yakin pada-Nya. Dan ini kemudian menjadi bekal saya untuk memilih menjalankan bisnis terlebih dahulu.



Setelah berkonsultasi lama dengan Ibu, akhirnya beliau merestui saya untuk mulai bisnis. Dan saya September ini akan mulai membangun bisnis bebek bakar saya.

Lantas apakah saya akan keluar dari dunia penulisan?



Tentu saja tidak, menulis itu adalah panggilan jiwa yang tidak bisa hilang yang ketika kita memulainya akan seperti candu. Jadi saya akan tetap menulis. Tahun ini buku saya sudah keluar, insya Allah tahun depan novel keluar dan satu buku akan coba saya masukan ke penerbit. Jadi tidak ada alasan untuk berhenti berkarya, karena saya ingin mengisi hidup dengan karya dan manfaat....

Jadi tidak ada salahnya transformasi, karena setiap transformasi pasti memberikan petualangan baru dalam kehidupan....

Senda
-Penjejak Cahaya-


Rabu, 18 Juli 2012

Cetak Ulang Buku dan Kemajuan RBCI

Alhamdulillah, tidak menyangka saya mendapatkan kabar baik hari ini. Sebuah surat dari Tangga Pustaka datang dan mengabarkan buku saya cetak ulang. Buku yang tidak pernah saya promosikan, sudah mau cetakan ke dua. Tentunya hal ini adalah berita menarik bagi saya pribadi. Di tengah persiapan keluar novel Patriot Cahaya, kabar baik ini menjadi angin penyegar yang menyuntik semangat saya yang agak sedikit mengendur belakangan ini.

Tidak hanya cetak ulang buku. Sebulan terakhir ini saya dibuat tersenyum dengan berita-berita yang ada di media cetak dan on line. Dan salah satu media cetak yang saya suka (Majalah Marketing) pun turut memberitakan rumah baca yang saya rintis bersama Rika Puspitasari. Ah andai saja dia ikut menyaksikan perkembangan RBCI sekarang mungkin dia ikut bangga dengan perkembangan RBCI sejauh ini....


Saya tidak pernah tahu kejutan apa yang akan datang pada bulan suci Ramadhan nanti, saya hanya bisa berdoa semoga semua yang sudah saya rencanakan berjalan dengan lancar.....

-Senda-
Penjejak Cahaya

Kamis, 21 Juni 2012

Relaunch Rumah Baca dan Launching Warnet









Alhamdulillah, mungkin hanya itu saja yang bisa saya katakan saat ini. Betapa tidak, sejak kehadiran Smartfren, semua bayangan saya tentang rumah baca berubah. Dulu impian saya untuk membuat rumah baca, mungkin hanya sekedar membuat rumah baca di daerah terpencil saja. Tapi sejak saya dipertemukan oleh Allah via Mas Dani dengan tim Smartfren, Rumah Baca Cakrawala Indonesia kini seperti melompat jauh lebih tinggi.

Dari sekedar rumah baca kini beranjak lebih jauh lagi menjadi warnet, jadi Tambelang sekarang punya pusat belajar sendiri. Sungguh tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, setahun yang lalu saya, Rika Puspitasari dan Ramadona berkumpul merencanakan rumah baca, begitupun dengan Firda yang sudah membantu survei Rumah Baca, hingga akhirnya Tambelang menjadi pilihan kami membuat rumah baca.

Sekarang rumah baca cakrawala indonesia sudah memiliki fasilitas internet sendiri, dan cakupan tugas rumah baca semakin luas, tentunya ini akan menjadi langkah maju besar dengan amanah yang cukup besar, karena saya dan tim Smartfren harus mulai mengedukasi warga sekitar untuk menggunakan internet sehat.

Lewat tulisan ini, saya ingin sekali lagi mengucapkan terima kasih pada tim Smartfren: Mas Dani, Bu Febe, Mas Hari, Mas Sumardi, Pak Hengki dan banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Berkat support dan bantuan teman-teman semua, RBCI kini menjadi lebih baik lagi....

Jalan masih panjang karena hari ini adalah awal dari semuanya, semoga semuanya berjalan dengan baik, bismillah....

-Senda-
Penjejak Cahaya

Selasa, 12 Juni 2012

Perjalanan Rumah Baca Cakrawala Indonesia



Komunitas Baca Buku berdiri pada tanggal 1 Mei 2012, didirikan oleh Senda Irawan dan Rika Puspitasari serta dibantu teman-teman dari Komunitas Baca Buku. Satu bulan sebelum rumah baca berdiri, kami (saya dan Rama) mencari tempat untuk rumah baca kami sebelumnya.

Sayapun kemudian bercuap-cuap di facebook mencari tempat untuk membangun rumah baca di wall saya. Saat saya mengumumkan keinginan saya di wall facebook, tiba-tiba saja saya dapat tanggapan comment dari teman sekaligus senior saya di kampus, Trijoyo Adi. Saat itu beliau merekomendasikan menghubungi sahabat lamanya Pak Amo karena ia baru saja mendapat bantuan ruang untuk sekolahnya.

Segera saja saya dan Rama berangkat ke calon lokasi rumah baca. Saya dan Rama berbekal petunjuk arah dari Pak Amo kemudian mulai menjelajahi Bekasi Kabupaten dengan motor. Beberapa daerah kemudian kami lewati dari mulai proyek, stasiun, Jatiasih, sampai dengan Babelan. Lelah perjalanan di terik siang hari membuat kami dilanda lapar. Kami pun akhirnya berhenti di sebuah rumah makan sederhana untuk membunuh rasa lapar kami. Untuk sejenak kami istirahat menikmati hidangan sop ceker ayam. Di tempat ini kami kemudian bertanya tentang desa Sukarapih Tambelang. Dari ibu itu kami kemudian mendapati fakta bahwa Tambelang adalah salah satu desa yang mata pencahariannya bertani.

Perjalanan kami lanjutkan kembali ke Tambelang. Dengan wilayah yang ditanami Padi, kamu sudah bisa menebak hampir semua masyarakat di Tambelang adalah petani. Begitupun dengan Pak Amo yang kami temui waktu itu.

Dengan setengah berlari Pak Amo mendatangi kami yang berdiri di depan pintu rumahnya. Senyum hangatnya kemudian menyapa kami dan langsung mempersilahkan kami untuk masuk ke rumahnya.
Tanpa banyak bicara kami kemudian mengutarakan niat kami untuk membuat rumah baca. Dan tak disangka, niat kami pun kemudian berbuah manis. Pak Amo kemudian mengizinkan kami menempati satu ruangan untuk Rumah Baca kami.



Inilah ruangan calon Rumah Baca Cakrawala Indonesia

Usai meninjau lokasi, akhirnya saya sepakat akan membuat Rumah Baca di Tambelang. Mulailah saya mensurvei nama untuk rumah baca saya kelak. Saya kemudian kembali mengajak teman-teman saya untuk ikut survei dan dari survei terpilihlah Rumah Baca Cakrawala Indonesia sebagai nama dari Rumah Baca di Tambelang, Bekasi.


Sebulan kemudian tepatnya 1 Mei 2011, Rumah Baca Cakrawala Indonesia kemudian dibuka. Turut hadir pada acara tersebut, Rika Puspitasari, Ramadona Priatna Gumilar, Prasetyo Adinugroho, Ayu Ratih dan Firda.


Pada acara pembukaan kami membuat acara lomba mewarnai dan menggambar yang diikuti anak-anak TK di sekolah Pak Amo. Saya dan teman-teman sungguh terharu saat melihat sambutan yang luar biasa pada rumah baca yang kami buat padahal waktu itu koleksinya belum terlalu banyak.



Dari kiri ke kanan: Firda, Prasetyo Adinugroho, Rika Puspitasari, Ayu Ratih, Ramadona, Saya dan Pak Amo.


Dan sejak saat itulah kami kemudian mengadakan berbagai kegiatan untuk rumah baca dari mulai Workshop Menulis, Diskusi Parenting sampai dengan Motivasi untuk warga sekitar. Tidak hanya itu saya juga mendapat dukungan dari Citra untuk membuat sistem perbukuan agar lebih rapih dari sebelumnya.


Senda pada saat mengajar workshop menulis....

Sekarang diumur yang setahun ini Rumah Baca Cakrawala Indonesia akan bekerjasama dengan Smartfren untuk membuat fasilitas internet. Berawal dari pertemuan saya yang intens dengan Mas Dani, gayung pun kemudian bersambut dan Alhamdulillah Rumah Baca Cakrawala Indonesia kemudian ditawari Smart Fren untuk pembuatan fasilitas internet. Tahun 2012, tepatnya di bulan Juni. Rumah Baca Cakrawala Indonesia akan memasuki fase baru untuk rumah baca, semoga dengan adanya fasilitas ini memudahkan warga masyarakat untuk mendapatkan akses internet di kemudian hari.


-Senda-
Penjejak Cahaya

Senin, 11 Juni 2012

Nasehat Ibu dan Rumah Baca


Kata Ibu: Rezeki itu bukan sekedar hanya materi yang kita dapatkan semata. Dipertemukan dengan orang-orang yang tulus membantu semua impianmu juga bagian dari rezeki sendiri. Belajarlah melihat rezeki dari banyak aspek, jangan pernah mengingkarinya meskipun rezeki materimu belum datang seperti yang engkau harapkan....
Ibu dan adik saya Dhinda 

Perkataan Ibu ini menyadarkan saya pada banyak hal dalam hidup. Jujur terkadang sebagai manusia biasa, saya kerap kali tidak puas dengan semua pencapaian saya. Padahal semua yang saya dapatkan belum sempat saya syukuri, termasuk dengan pemberian orang-orang yang menjadi sahabat kita dalam mewujudkan mimpi saya.

Salah satu mimpi yang menjadi bagian dari diri saya sekarang adalah rumah baca. Entah saya harus bicara apa tentang rumah baca, hanya saja saya sekarang menyadari meski rezeki saya tidak banyak, namun selalu saja ada orang yang dengan tulusnya datang pada saya memberikan bantuan baik moril maupun materil hingga akhirnya rumah baca-pun terbentuk sampai sekarang.

Saat relaunch, saya terhentak kaget karena tahun ini banyak sekali perkembangan yang cukup pesat dari rumah baca. Entah saya harus berbicara apa, tapi satu hal yang saya pahami dalam semua proses ini. Allah ternyata memang sudah mengatur saya bertemu dengan orang-orang yang peduli dengan mimpi saya yang satu ini.

Sementara saya kerap kali kecewa dengan pencapaian saya yang kurang maksimal, ternyata saya malah kurang mensyukuri apa yang sudah saya dapatkan saat ini. Ah betapa dangkalnya pemahaman ini Ibu, mulai hari ini anakmu akan mencoba untuk mensyukuri apapun yang diberikan Allah tanpa pernah melihat besar kecilnya pencapaian yang didapat hari ini. Karena seperti pesanmu “jangan pernah mengingkari rezeki meski rezeki materimu belum datang juga....”

-Senda-
Penjejak Cahaya

Senin, 04 Juni 2012

Relaunch Rumah Baca Cakrawala Indonesia



Juni ini saya kembali memulai aktivitas kembali setelah beberapa bulan ini saya absen di dunia training dan fokus hanya pada penulisan saja. Di bulan Juni, saya kembali merangkak perlahan memperbaiki puing-puing hidup yang terjadi pada saya selama beberapa bulan ini.

Beberapa kali gagal, sempat membuat saya “down” cukup lama hingga akhirnya memutuskan untuk mundur sejenak dari menulis. Tapi semua itu memang proses yang kemudian membuat saya tersadar kalau memang beginilah yang harus dialami setiap orang untuk mencapai jalan suksesnya.

Kembali ke relaunch rumah baca, setelah setahun saya dan teman saya Rika mendirikan Rumah Baca, tahun ini saya kembali mengadakan relaunch untuk rumah baca yang sudah kami buat. Relaunch kami adakan karena Alhamdulillah kami mendapatkan bantuan dari Smart Fren untuk fasilitas internetnya.

Jadilah kami membuka rumah baca plus internet yang tujuannya untuk mengembangkan kemampuan pendidikan warga sekitar. Harapan kami, rumah baca ini bisa jadi salah satu rumah baca terbaik di Kabupaten Bekasi. Dan akan ada rumah baca cakrawala lainnya yang hadir setelah rumah baca ini.... J

-Senda-
Penjejak Cahaya

Senin, 14 Mei 2012

Kontempelasi Malam di Langit Mei



Banyak hal yang terjadi selama peralihan tahun 2011 ke tahun 2012. Dari mulai beberapa project saya yang mundur waktunya, tidak jadi pada saat hari H, sampai jadwal terbit novel Patriot Cahaya yang tak pasti. Sejujurnya beberapa kali saya drop menerima rentetan cobaan ini, kepala saya rasanya ingin membuncah keluar dari tempatnya.
Namun sekali lagi saya kemudian harus belajar untuk menerima kenyataan pahit yang tidak bisa terelakkan lagi. Satu-satunya yang membuat saya tetap tersenyum setiap bulan saya masih bisa menghasilkan karya baik itu dalam bentuk artikel atau mengisi pelatihan lainnya.
Sempat saya marah pada semua hal dalam hidup ini dan menjadi apatis dibuatnya, karena semua yang saya lakukan selama setahun terakhir ini tak ada yang berhasil. Tapi inilah hidup, kadang kita tidak bisa membayangkan akan menjadi seperti Cinderella yang berakhir bahagia hanya dalam satu malam saja karena bantuan peri kehidupan.
Dalam fase ini tanpa peri dalam dongeng, saya berjalan dengan bantuan Allah SWT mengumpulkan kembali puing demi puing harapan. Saya tidak pernah tahu akan jadi seperti apa kedepan dan akan kemana arah hidup. Kata orang-orang mereka yang merencanakan hidup akan sukses di kemudian hari, istilah ini kemudian menjadi pegangan banyak orang untuk melangkah lebih jauh lagi. Sementara orang lain lebih memilih mengalir saja seperti air, tanpa pernah punya upaya untuk melawan bila ternyata alirannya membawa ke pusaran hidup yang tragis.
Perjalanan saya mungkin akan menjadi pembeda diantara pilihan hidup orang lain. Saya memilih untuk memiliki rencana namun membiarkan semuanya mengalir sesuai kehendak Allah pada saya. Itu mungkin yang akan membuat saya lebih nyaman, karena membuat rencana dan memaksakan rencana seperti apa yang saya inginkan mungkin akan membuat saya stres dan depresi, terlebih melihat banyaknya kegagalan yang saya alami saat ini. Pun saya tidak menyerahkan sepenuhnya pada aliran hidup karena sekali lagi saya akan terjatuh pada pusaran yang mungkin tidak tentu arah....
Saya masih yakin mentari akan bersinar terang esok harinya seperti harapan yang kita sematkan dalam malam-malam nan panjang. Hanya saja waktunya belum ditunjukkan saat ini....

-Senda-
Penjejak Cahaya

Rabu, 09 Mei 2012

Rencana Bulan Juni

Insya Allah bulan Juni ini saya akan mulai mengajar salah satu sekolah alam di Parung. Saat ini saya masih dalam tahap negosiasi untuk konsep dan harganya, doakan saja ada jalan tengah untuk bisa menjembatani kegiatan mengajar ini.

Buat saya mengajar training bukan hal baru, meski begitu mengajar menulis secara berkala tentu menjadi tantangan tersendiri. Di bulan ini juga saya akan menyelesaikan novel terbaru saya, itu harapan terbesar saya sampai tulisan ini dibuat saya masih berkutat pada 48 halaman, tentunya masih banyak halaman yang harus dipenuhi karena target saya sebenarnya sekitar 160-an halaman. Doakan saja semua bisa selesai sesuai dengan waktunya ya sobat....

Sumber Foto: Internet
-Senda-
Penjejak Cahaya

Wawancara Untuk Rubrik Aksara Annida Vol 1. Edisi Eksklusif



Alhamdulillah.... Mungkin ini saja yang bisa saya sematkan ketika pertama kali mendapatkan Majalah Annida edisi terbit kembali. Saat saya buka halaman Aksara, saya merasa terhormat saat tahu pendapat saya disejajarkan dengan Habiburrahman.

Tips Memilih Workshop Menulis


Banyak orang yang telah mengikuti workshop menulis tapi ternyata tetap kesulitan menghasilkan karya, kok bisa? Menurut saya, kita harus melihat ini dari dua sisi.


Pertama bisa jadi materi workshopnya terlalu berat. Ada kasus di sebuah sekolah yang konsultasi pada saya. Mereka menyelenggarakan workshop menulis tapi banyak pesertanya tetap gagal membuat tulisan. Setelah saya lihat modulnya, ternyata materi ajarnya memakai standar Amerika. Enam ratus halaman textbook, padahal workshopnya untuk anak SMP. Saya hanya bisa berkata “Wow” pada saat itu, bukan masalah ilmunya yang salah tapi menurut saya tidak pas bila materi setebal itu diterapkan pada siswa SMP karena peserta akan mengalami kesulitan dalam penerapannya.


Kedua dari sisi penulisnya sendiri, biasanya ketidakberhasilan terjadi bukan karena tidak bisa menulis, melainkan tidak bisa mengatur waktu. Untuk kasus ini kesalahan bukan pada workshopnya melainkan pada kemampuan dan keseriusan peserta dalam membagi waktu untuk menghasilkan karya.
            
Saya memiliki beberapa tips untuk mengetahui sebuah workshop itu bagus atau tidak:


1.         Jumlah Peserta.


         Jika pesertanya mencapai ratusan orang maka bisa dikatakan pelatihan tersebut tidak efektif. Bagi saya sendiri maksimal 15 hingga 25 orang per kelas workshop barulah kelas bisa berjalan dengan efektif. Bila lebih dari itu bisa jadi hanya sekedar talkshow atau seminar saja.


2.         Siapa pematerinya?


           Terkadang nama besar tidak menjamin kualitas workshop itu baik. Penulis besar malah hanya bicara penulisan secara global dan jarang sekali yang membicarakan EYD atau penggunaan diksi. Dan mereka pun hanya membicarakan tentang cara mereka menulis bukan melatih peserta untuk menemukan cara yang tepat untuk menulis.


         Dalam workshop yang saya buat, biasanya saya menjelaskan beberapa cara, jadi mereka punya pilihan bagaimana menggunakan cara yang tepat untuk menulis dan tidak terpaku dengan cara penulisan dari penulis bersangkutan.

3.         Suasana Workshop.


          Penting bagi seorang trainer untuk berkomunikasi dua arah, bukan searah sehingga seorang trainer bisa membangun suasana yang baik di kelas. Tidak hanya itu fasilitas dan suasana dalam ruangan pun juga harus mendukung workshop sehingga proses penyampaian ilmu dapat diserap dengan baik....

4.      Tindak Lanjut.


         Penting untuk memperhatikan apakah ada follow up dalam training tersebut. Karena menulis itu seperti belajar menyetir mobil yang harus diasah dari waktu ke waktu, tidak hanya sekedar tahu teori saja. Karena itu dukungan dari komunitas atau klub bagi para alumninya kemudian menjadi jembatan yang baik untuk membuat semangat menulis peserta training untuk tetap menulis.
***
Itulah beberapa hal yang terdapat di majalan Annida edisi terbaru. Versi yang ada di blog ini hanya versi gubahan dari aslinya. Mau tahu tulisannya di Annida versi cetak seperti apa? Yo wis langsung saja Klik Annida Online.

Sumber: Majalah Annida Edisi 1Th 2012, Limited Edition

-Senda-
Penjejak Cahaya

Rabu, 18 April 2012

Apa rencana bulan Mei?


Mei ini tulisan saya Insya Allah akan ada kembali di rubrik keuangan keluarga Majalah Muzakki. Dalam majalah tersebut saya akan memberikan tips seputar bagaimana cerdas mengelola uang dan belanja.

Tidak hanya itu saya di bulan ini, edisi perdana majalah Annida kembali hadir dan saya menjadi narasumber untuk rubrik Aksara. Di majalah tersebut saya akan menjelaskan tentang seluk beluk dunia pelatihan penulisan yang sudah saya jalani selama ini.

Mau tahu seperti apa isinya, silahkan berburu dua media tersebut.... J

Kamis, 12 April 2012

Harapan Saya Selama 2 Tahun Ini



Harapan bisnis: Bisa berkembang lebih jauh lagi, punya cabang di tahun depan dan punya website sendiri di tahun ini.
Harapan nulis: Dua buku terbit dan satu novel terbit di tahun ini.
Harapan prestasi: Menang salah satu lomba menulis tahun ini dan tembus Penguin Group di akhir tahun ini.
Harapan di bidang pengajaran: Mencetak penulis baru di tahun depan dengan kualitas tulisan yang berkualitas dari yang lain (untuk calon murid di salah satu sekolah alam di Parung).
Harapan diri sendiri: Berkeluarga membangun keluarga SAMARA di tahun ini.
Harapan knowledge: Kuliah S2 Psikologi Perusahaan tahun depan.
Harapan religi: Ke tanah suci bareng ibu tahun depan.
Harapan Sosial: Tahun ini Rumah baca saya punya internet yang bersinergi dengan warga sekitar dan menjadi pusat belajar di daerah Tambelang dan punya taman baca baru di daerah Bogor.
Harapan fasilitas hidup: Bikin rumah di daerah Bogor dengan luas tanah >1000m2 dan beli 2, mobil BMW 520D  dan All New Xenia.

Kamis, 22 Maret 2012

April: What Next?

Bulan April mendatang, insya Allah kalau tidak halangan buku saya akan kembali keluar. Dan artikel saya untuk Rubrik Keuangan di Majalah Muzakki ada. Tidak hanya itu, dalam waktu dekat juga saya akan bekerjasama dengan salah satu institusi untuk menyelenggarakan pelatihan menulis lagi. Dengan siapa dan dimana? Insya Allah akan saya beritahukan lebih lanjut via blog ini.

Di bulan ini juga rencananya saya akan mulai merancang sebuah tulisan baru dan menyelasaikan beberapa tulisan saya yang tertunda. Harapan terbesar saya untuk karya, tahun ini saya ingin sekali bisa go international. Ada salah satu penerbit besar yang saya sudah incar sejak lama dan saya ingin satu hari berkolaborasi dengan penerbit tersebut. 

Saya tahu, untuk masuk dunia penerbitan di luar negeri memang tidak mudah. Satu hal yang saya yakini adalah saya punya tekad besar untuk meraihnya. Dan saya akan membutuhkan tangan-tangan lain untuk membuat mimpi itu menjadi nyata. Bagaimana caranya? Kalau itu biarlah Allah yang mengatur, yang jelas saya sudah mencoba melangkah sedikit demi sedikit untuk ke arah sana. 

Bulan ini media nasional sudah bisa ditaklukan, next time media dan penerbit luar yang akan saya coba taklukkan. Tetap semangat, yakin dan selalu berdoa pada-Nya untuk mendapatkannya. Bukan begitu?....

-Senda-
Penjejak Cahaya


Senin, 05 Maret 2012

Menilik Komunitas di Kaskus Lounge


Akhir Februari lalu, tepatnya pada tanggal 29 Februari 2012, saya dan teman-teman Komunitas Baca Buku (Hardi dan Imam) diundang untuk menghadiri acara Kaskus Lounge. Ini adalah kali kedua kami diundang oleh Kaskus untuk menghadiri acara Kaskus.


Acara di Kaskus ini dibuat dengan konsep menarik. Duduknya lesehan, mengingatkan saya akan acara-acara bedah buku yang diadakan di Jogja. Santai namun menarik untuk disimak. Kali ini tamu yang diundang adalah Ayu Utami, membedah buku terbarunya Cerita Cinta Enrico. Dengan konsep pembacaan diiringi piano.


Konsep pembacaan ini cukup menarik karena mampu membius audience yang ada di ruangan tersebut. Meski ada beberapa bagian yang membuat saya sebenarnya kurang sreg dengan apa yang diceritakannya....


Dari beberapa komunitas yang hadir kami kemudian diperkenalkan dengan beberapa komunitas lainnya dari mulai Komunitas Thread, Komunitas Tatto dan Komunitas Serapium. Yang membuat saya amazed, KBB diundang sebagai komunitas non kaskus pertama kali, karena rata-rata komunitas lainnya yang diundang sudah terlebih dahulu bergaul di Kaskus.


Dari acara ini terselip sebuah pesan besar untuk melihat peran Komunitas kedepannya. Dalam era serba modern dan cepat, peran komunitas memegang peran penting dalam membina hubungan relasi yang baik antar satu dengan yang lainnya. Bila antar komunitas ini bersatu, saya yakin akan menjadi kekuatan penggerak baru untuk kemajuan Indonesia. Memang hasil penelitiannya belum ada, namun hasil nyata para penggiat komunitas ini harus diacungi jempol karena sudah banyak ragam prestasi yang ditoreh. Jadi jangan remehkan peran komunitas saat ini, karena yang tidak berkomunitas berarti harus siap menjadi pengikut zaman, bukan penggerak zaman....


Lewat blog ini, saya juga mengucapkan terima kasih untuk Mbak Ghina yang sudah memberikan kesempatan bagi kami untuk bisa mempresentasikan komunitas kami. Dan terima kasih juga untuk Hardi yang sudah menyempatkan diri mengabadikan momen-momen penting dalam acara ini....

-Senda-
Penjejak Cahaya

Maret bulan revisi....


Hola sobat, lama saya tidak menulis setelah perubahan yang cukup besar bagi blog Patriot Cahaya yang sebelumnya patriot-cahaya.blogspot.com kini menjadi www.patriotcahaya.com. Ini adalah bagian dari persiapan untuk menunggu kelahiran novel perdana saya yang rencananya akan terbit dalam waktu dekat ini. Perubahan menjadi nama domain sengaja dilakukan untuk membuat kesan lebih profesional dan tertata pada blog ini. Dan saya harus berterimakasih pada Mas Udin yang sudah membantu pengurusan domain ini.

Bulan ini adalah bulan revisi yang berat buat saya secara pribadi karena banyak hal yang harus saya persiapkan selama bulan ini, dari mulai meeting dengan partner bisnis, menyiapkan konsep buku baru, sampai dengan merevisi 2 buku dan 1 artikel untuk bulan April. Tidak hanya itu saya juga harus menyiapkan beberapa hal untuk presentasi proyek buku terbaru klien saya. Tentunya ini semakin membuat saya terdesak untuk melakukan banyak hal, terutama menulis di blog ini.

Begitupun dengan seminar/pelatihan menulis untuk publik. Selama bulan ini kemungkinan besar saya akan berhenti dulu untuk sementara waktu sampai semuanya selesai. Meski begitu, saya akan menceritakan banyak hal via blog ini kepada sobat semua, tentang petualangan saya di bulan Maret. So, tunggu tanggal mainnya ya....

-Senda-
Penjejak Cahaya

Senin, 27 Februari 2012

Masuk Daftar 34 Buku Rekomendasi Penulisan dari PenulisBiografi.Com




Alhamdulillah, iseng-iseng mencari diri sendiri di dunia maya, saya akhirnya dipertemukan oleh artikel yang dibuat pengelola PenulisBiografi.com (Zulfikar Fuad). Berikut ini adalah daftarnya:

1. The Twilgiht Saga: The Official Illustrated Guide
Penulis: Stephenie Meyer
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

2. Menulis Fiksi Itu Seksi: 1001 Trik Menulis Fiksi dengan Asyik dari Penulis Bestseller
Penulis: Alberthiene Endah
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

3. Kitab Writer Preneur: Jangan (Takut) Jadi Penulis!
Penulis: Sofie Beatrix
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

4. Happy Writing: 50 Kiat Agar Bisa Menulis dengan “Nyasyik”
Penulis: Andrias Harefa
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

5. Chicken Soup for The Writer’s Soul: Harga Sebuah Impian, Para Penulis Berbagi Cerita
Penulis: Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Bud Gardner
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

6. Be A Writer, Be A Celebrity!: The Secrets of Best-Seller Novels
Penulis: Andrei Aksana
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

7.  Mengarang Novel Itu Gampang
Penulis: Arswendo Atmowiloto
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

8.  Mengarang Itu Gampang: Menulis Skenario & Laku
Penulis: Arswendo Atmowiloto
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

9. Menaklukkan Media: Berbagi Pengalaman Menulis Opini & Resensi Buku
Penulis: Andi Andrianto
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo

10. Enam Langkah Jitu: Agar Tulisan Anda Makin Hidup dan Enak Dibaca
Penulis: Wahyu Wibowo
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

11. Goodreads: Komunitas Gila Baca, Tempat Jitu Promosi Buku
Penulis: Alexius Satyo Widijanuarto
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo

12. Ternyata Menulis Itu Mudah dan Menghasilkan Uang
Penulis: Satria Nova
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo

13. Prinsciples of Creative Writing
Penulis: R. Masrie Sareb Putra
Penerbit: PT. Indeks

14. 5 Langkah Melahirkan Mahakarya: Melejitkan Potensi Diri dengan Biasakan Berkarya
Penulis: Muhammad Musrofi
Penerbit: Hikmah (Mizan Publika)

15. Bagaimana Menulis Biografi? Persfektif Jurnalisme
Penulis: Ana Nadya Abrar
Penerbit: Emerson

16. Pedoman Menulis Otobiografi
Penulis: Roy Mungo
Penerbit: Pustaka Tangga

17. Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller
Penulis: Edy Zaqeus
Penerbit: Five Star

18. Taktis Menyunting Buku
Penulis: Bambang Trim
Penerbit: Maximalis

19. Karier Top sebagai Penulis
Penulis: Bambang Trim
Penerbit: PPM Manajemen

20. Mind Writing: Memotovasi Seseorang untuk Menulis Lebih Penting daripada Belajar Teori Bahasa
Penulis: Herien Priyono
Penerbit: Leutika
21. Meramu Kisah Dramatis, Menuju Klimaks dalam Cerita
Penulis: William Noble
Penerbit: Mizan Learning Center

22. Mencipta Sosok Fiktif yang Memikat dan Dipercaya Pembaca
Penulis: Orson Scott Card
Penerbit: Mizan Learning Center

23. Creative Writing: 72 Jurus Seni Mengarang
Penulis: Dra. Naning Pranoto, MA
Penerbit: PT. Primamedia Pustaka (Kelompok Gramedia Majalah)

24. How to Write and Market A Novel
Penulis: R. Masrie Sareb Putra & Yennie Hardiwidjaja
Penerbit: Kolbu (MQS Publishing)
25. 7 Hari Mahir Menulis Buku Best Seller
Penulis: M. Mufti Mubarok
Penerbit: Mumtaz Media (Java Pustaka Group)

26. 88 Kiat Menjadi Penulis Hebat
Penulis: Syamsa Hawa & Irawan Senda
Penerbit: Tangga Pustaka

27. Menulis Itu Gampang
Penulis: Damien Dematra
Penerbit: Gerakan Nasional Menulis

28. 200 Ide Gila Menulis Buku
Penulis: Dewanto Nugroho
Penerbit: Salamadani

29.  Saya Bermimpi Menulis Buku
Penulis: Bambang Trim
Penerbit: Kolbu

30.  Terampil Mengarang
Penulis: The Liang Gie
Penerbit: Andi

31.   A Million Miles In A Thousand Years
Penulis: Donald Miller
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

32.   The Art of Stimulating Idea
Penulis: Bambang Trim
Penerbit: Metagraf (Tiga Serangkai Group)

33.   Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi
Penulis: Wijaya Kusumah
Penerbit: PT. Indeks

34.   Be a Brilliant Writer, Kiat Sukses Menjadi Pendekar Pena
Penulis: Afifah Afra
Penerbit: Gizone Books (Imprint Indiva Media Kreasi)

Untuk lebih jelasnya silahkan klik di sini....

Daftar ini memacu saya untuk terus berkarir dari waktu ke waktu, terima kasih Mas Zul.....

-Senda-
Penjejak Cahaya