Selamat Datang

Selamat Datang di Web Blog Patriot Cahaya. Web Blog ini berisi perjalanan penulis Senda Irawan dan Novel Patriot Cahaya. Bagi sobat pembaca yang ingin mengetahui tentang Patriot Cahaya Berikut ini petunjuk link yang bisa diklik:

Klik Sinopsis - Untuk mengetahui sinopsis dari Patriot Cahaya.

Klik Endorsement - Untuk mengetahui siapa saja yang mengendorse Patriot Cahaya.

Klik Youtube - Untuk melihat preview youtube-nya.

Klik Interview Majalah - Untuk melihat berita tentang interview Senda Irawan di majalah-majalah yang pernah mewawancarainya.

Klik Interview TV - Untuk melihat berita tentang interview Senda Irawan di televisi yang pernah mewawancarainya.

Klik Bedah Buku - Untuk melihat berita tentang acara bedah buku yang Senda Irawan lakukan.

Preview Patriot Cahaya

Tampilkan postingan dengan label Magazine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Magazine. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Mei 2012

Wawancara Untuk Rubrik Aksara Annida Vol 1. Edisi Eksklusif



Alhamdulillah.... Mungkin ini saja yang bisa saya sematkan ketika pertama kali mendapatkan Majalah Annida edisi terbit kembali. Saat saya buka halaman Aksara, saya merasa terhormat saat tahu pendapat saya disejajarkan dengan Habiburrahman.

Tips Memilih Workshop Menulis


Banyak orang yang telah mengikuti workshop menulis tapi ternyata tetap kesulitan menghasilkan karya, kok bisa? Menurut saya, kita harus melihat ini dari dua sisi.


Pertama bisa jadi materi workshopnya terlalu berat. Ada kasus di sebuah sekolah yang konsultasi pada saya. Mereka menyelenggarakan workshop menulis tapi banyak pesertanya tetap gagal membuat tulisan. Setelah saya lihat modulnya, ternyata materi ajarnya memakai standar Amerika. Enam ratus halaman textbook, padahal workshopnya untuk anak SMP. Saya hanya bisa berkata “Wow” pada saat itu, bukan masalah ilmunya yang salah tapi menurut saya tidak pas bila materi setebal itu diterapkan pada siswa SMP karena peserta akan mengalami kesulitan dalam penerapannya.


Kedua dari sisi penulisnya sendiri, biasanya ketidakberhasilan terjadi bukan karena tidak bisa menulis, melainkan tidak bisa mengatur waktu. Untuk kasus ini kesalahan bukan pada workshopnya melainkan pada kemampuan dan keseriusan peserta dalam membagi waktu untuk menghasilkan karya.
            
Saya memiliki beberapa tips untuk mengetahui sebuah workshop itu bagus atau tidak:


1.         Jumlah Peserta.


         Jika pesertanya mencapai ratusan orang maka bisa dikatakan pelatihan tersebut tidak efektif. Bagi saya sendiri maksimal 15 hingga 25 orang per kelas workshop barulah kelas bisa berjalan dengan efektif. Bila lebih dari itu bisa jadi hanya sekedar talkshow atau seminar saja.


2.         Siapa pematerinya?


           Terkadang nama besar tidak menjamin kualitas workshop itu baik. Penulis besar malah hanya bicara penulisan secara global dan jarang sekali yang membicarakan EYD atau penggunaan diksi. Dan mereka pun hanya membicarakan tentang cara mereka menulis bukan melatih peserta untuk menemukan cara yang tepat untuk menulis.


         Dalam workshop yang saya buat, biasanya saya menjelaskan beberapa cara, jadi mereka punya pilihan bagaimana menggunakan cara yang tepat untuk menulis dan tidak terpaku dengan cara penulisan dari penulis bersangkutan.

3.         Suasana Workshop.


          Penting bagi seorang trainer untuk berkomunikasi dua arah, bukan searah sehingga seorang trainer bisa membangun suasana yang baik di kelas. Tidak hanya itu fasilitas dan suasana dalam ruangan pun juga harus mendukung workshop sehingga proses penyampaian ilmu dapat diserap dengan baik....

4.      Tindak Lanjut.


         Penting untuk memperhatikan apakah ada follow up dalam training tersebut. Karena menulis itu seperti belajar menyetir mobil yang harus diasah dari waktu ke waktu, tidak hanya sekedar tahu teori saja. Karena itu dukungan dari komunitas atau klub bagi para alumninya kemudian menjadi jembatan yang baik untuk membuat semangat menulis peserta training untuk tetap menulis.
***
Itulah beberapa hal yang terdapat di majalan Annida edisi terbaru. Versi yang ada di blog ini hanya versi gubahan dari aslinya. Mau tahu tulisannya di Annida versi cetak seperti apa? Yo wis langsung saja Klik Annida Online.

Sumber: Majalah Annida Edisi 1Th 2012, Limited Edition

-Senda-
Penjejak Cahaya

Kamis, 12 April 2012

Artikel Keuangan Keluarga Bulan April di Majalah Muzakki


Sobat bulan April ini saya kembali menulis untuk Majalah Muzakki. Bagi yang ingin membacanya silahkan lihat di majalah Muzakki untuk versi cetaknya dan yang sulit menemukan majalahnya, ini ada versi cetaknya:
Mengatur keuangan keluarga sama pentingnya seperti mengatur keharmonisan rumah tangga. Sebuah keluarga akan termenej baik saat para anggota keluarga, terutama suami dan istri mampu menggunakan, menyimpan, dan menyalurkan anggaran belanja sesuai kebutuhan dalam rumah tangga. Tentu saja, anggaran yang kita siapkan untuk buah hati termasuk salah satu di dalamnya.

“Bunda belikan aku pakaian baru, sudah mulai kesempitan nih.” Kata-kata ini keluar begitu saja dari buah hati kita saat tubuh mereka mulai membesar. Mungkin tidak akan jadi masalah bila kita memiliki anggaran yang besar. Namun, akan menjadi masalah besar bila ternyata anggaran kita tidak besar. Tentunya, hal ini akan membuat kita pusing tujuh keliling. Jadi, bagaimana caranya mengatur anggaran pengeluaran untuk buah hati kita? Berikut ini ada beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk mengatur anggaran pengeluaran sang buah hati.

Pertama, gunakan manajemen amplop. Cara ini klasik dan biasa digunakan oleh ibu-ibu zaman dahulu. Bagaimana cara kerjanya? Sesuai dengan namanya manajemen amplop, setiap bulannya Anda bisa menyisihkan kebutuhan anak dengan menggunakan amplop. Misalnya, dalam satu bulan ada lima kebutuhan yang terdiri dari makan, sekolah, jajan, rekreasi dan buku. Maka dalam satu bulan Anda bisa menyediakan lima amplop dengan penjatahan pada amplop sesuai kebutuhan. Setelah itu, tulis di amplop tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Dengan sistem penjatahan, Anda bisa melakukan penghematan pada pos pengeluaran anak. Tegaskan pada diri Anda sendiri untuk tidak mengambil jatah keuangan lagi bila memang jatah dalam amplop tersebut sudah habis sebelum akhir bulan.  Kecuali, bila Anda membutuhkan dana untuk kesehatan dan biaya rumah sakit pada anak.

Kedua, ajarkan anak untuk menjadi partner dalam mengatur anggaran. Bila anak Anda sudah bersekolah di tingkat SD. Maka ajak mereka untuk mengetahui hal-hal apa saja yang bisa dibeli olehnya, dan ceritakan pula kebutuhan bulanan Anda pada mereka. Dengan berbicara transparan kepada anak, secara tidak langsung kita akan memberi pemahaman pada mereka untuk mengetahui tentang kondisi keuangan keluarga. Biasanya, anak yang memiliki kesadaran tinggi pada orang tuanya, bahkan akan menyarankan untuk hemat ketika mereka tahu orang tuanya akan membeli barang dengan sistem kredit.

Ketiga, bila memang uang belanja yang diberi suami Anda dirasa kurang mencukupi kebutuhan buah hati, maka Anda bisa mencoba bisnis kecil-kecilan via jejaring sosial ataupun Blackberry. Barang yang dijual beragam, bergantung pada minat dan kesukaan Anda berbisnis. Teman saya yang saat ini sedang hamil anak ketiga, menyempatkan diri untuk berdagang lulur dan spa untuk ibu-ibu kompleks dan pengajian. Hasilnya cukup efektif untuk menambah kebutuhan si kecil.

Ke empat, ajarkan anak untuk menabung bila mereka ingin membeli sesuatu. Cara ini akan membuat mereka belajar menghargai setiap rupiah yang keluar dari keringat orang tuanya. Bila anak ingin membeli mainan dengan harga yang cukup mahal, maka sebagai orang tua langkah yang harus kita lakukan adalah membeli celengan kecil dan memberikan pada anak secara bertahap. Sewaktu saya kecil, ibu saya memberlakukan hal ini untuk membeli video games Sega. Walau akhirnya saya dibelikan video games tersebut oleh nenek saya. Dengan cara seperti ini orang tua saya mengajarkan pada saya untuk memahami tentang sulitnya mencari uang. Dan saya pun akhirnya memahami keadaan orang tua saya waktu itu.

Ke lima, untuk pengeluaran pakaian si kecil yang cepat sekali berubah, kita bisa menggunakan trik membeli baju yang lebih besar. Cara ini cukup efektif untuk membuat pengeluaran belanja pakaian menjadi besar.

Ke enam, bila harus mengeluarkan kebutuhan anak, carilah moment discount pada momen tertentu seperti lima hari menjelang Ramadhan, ulang tahun kota Jakarta atau bazaar tertentu.

Ke tujuh, untuk kebutuhan rekreasi, bila anggaran Anda memang tidak besar. Maka kita tidak perlu mengadakan rekreasi yang mahal. Terkadang rekreasi mengunjungi danau atau taman bisa jadi hal yang menarik bila diadakan bersama keluarga. Jangan lupa bawa permainan kecil yang bisa dimainkan di sana, seperti ular tangga atau halma. Dengan begitu Anda bisa membantu membunuh kebosanannya bila duduk terlalu lama di tempat rekreasi.

Ke delapan, untuk kebutuhan jajan anak. Anda bisa menggunakan metode bekal pada anak Anda. Cara ini selain dapat menghemat uang jajan mereka, juga dapat mengontrol jajanan yang masuk ke tubuh anak Anda, karena saat ini tidak semua jajanan anak baik untuk dikonsumsi.

Itulah ke delapan tips yang bisa Anda lakukan dalam mengelola pengeluaran si kecil. Semoga tips ini bermanfaat untuk Anda dan keluarga.

Minggu, 04 Maret 2012

Majalah Muzakki Bulan Maret: Menghemat Anggaran Tanpa Mengabaikan Gizi Keluarga



Menjadi ibu rumah tangga tidaklah mudah, karena di tangan seorang ibu kebutuhan rumah tangga haruslah dipenuhi. Dalam menyiasati kebutuhan pangan keluarga, terkadang seorang ibu harus mengeluarkan dana yang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan gizi seluruh anggota keluarga, sehingga tidak jarang pada akhir bulan keuangan menipis dan makanan bergizi pun jadi tidak bisa dipenuhi.
Kalau sudah begini bagaimana cara menyiasati agar kebutuhan gizi keluarga bisa terpenuhi dengan baik tanpa harus mengeluarkan banyak dana? Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk bisa menghemat pengeluaran pangan untuk kebutuhan gizi anggota keluarga.
Pertama, buatlah daftar menu yang akan Anda masak selama sebulan. Dengan membuat menu, Anda bisa merancang pengeluaran dana kita selama satu bulan penuh. Diskusikan menu-menu yang akan Anda masak selama satu bulan penuh bersama dengan pasangan dan anak-anak. Selain Anda mendapatkan masukan menu, secara tidak langsung Anda juga mengajak anak-anak untuk belajar membuat perencanaan keuangan.
Kedua, belanjalah dengan sistem stock. Untuk bumbu-bumbu kering di dapur yang tahan lama (gula, garam, merica, bumbu kari, kaldu ayam bubuk, dll) bisa Anda beli dalam jumlah yang cukup banyak. Dengan cara seperti ini, Anda akan akan melakukan dua penghematan sekaligus. Yang pertama, Anda menghemat waktu, karena tidak harus repot berbelanja bumbu setiap kali akan berbelanja dan memasak. Dan, yang kedua, Anda akan menghemat uang karena untuk beberapa tempat belanja tertentu, bila Anda berbelanja banyak, maka akan mendapatkan bonus produk tersebut. Seperti pada promo toko tertentu yang tertulis, beli gula 10 Kg gratis 1 Kg gula.
Ketiga, belanjalah dengan sistem deposit. Bila kenal baik dengan pedagang pasar atau tukang sayur di areal perumahan tempat Anda tinggal, maka Anda bisa melakukan negosiasi dengan sistem deposit. Misalnya, Anda memberi deposit uang belanja sebesar lima ratus ribu rupiah pada mereka, dengan berpesan pada mereka bahwa belanjaan Anda akan dibayar dengan sistem uang deposit tersebut. Dengan perhitungan setiap harinya berkurang dari nominal yang Anda deposit. Mungkin secara tidak langsung cara ini tidak terlihat penghematannya, namun secara tidak sadar, Anda sudah membeli hati dari pedagang sayuran dengan kepercayaan, sehingga Anda akan mendapatkan beberapa kejutan dari pedagang sayuran yang mungkin tidak diduga, seperti tambahan ikan, disiapkan bahan makanan dengan kualitas terbaik, sampai dengan kiriman sirup di hari raya Idul Fitri. Jadi, selain menghemat, Anda juga menjalin hubungan silahturahim yang cukup baik dengan para pedagang.
Keempat, menanam tanaman di lahan sendiri. Ada sebuah keluarga yang hampir tidak pernah membeli sayuran kepada tukang sayur. Kalaupun ia memberhentikan tukang sayur, itu hanya karena ia membeli daging atau bumbu dapur kering saja. Setelah saya teliti selama beberapa hari, ternyata tetangga saya sangat senang bercocok tanaman palawija seperti tomat, daun bawang, terong, cabai, bayam, kangkung dan lain lain. Di areal pekarangan rumahnya yang tidak lebih dari 40m2 ditanami tanaman-tanaman tersebut, dan hampir setiap sebulan sekali ia memanen sayuran-sayuran segar. Karena itu ia dapat menghemat pengeluaran belanja sayuran dibandingkan dengan tetangga lainnya. Terkadang, kalau panennya cukup banyak, ia melakukan barter dengan tukang sayur untuk ditukar. Misalnya, pada saat itu ia sedang panen tomat, namun di hari tersebut ia ingin sekali makan kangkung. Saat itu, ia biasanya mengadakan transaksi barter dengan tukang sayur untuk mendapatkan kangkung.
Kelima, beternak kecil-kecilan. Bila lahan rumah luas, Anda bisa memelihara ayam, bebek, entok atau mungkin ikan mas. Merawat binatang ternak seperti ini mudah karena Anda tidak perlu memiliki anggaran yang cukup banyak. Saat binatang ternak sudah besar, Anda bisa mengolah untuk kebutuhan Anda sendiri, dijual kepada tetangga, atau mungkin bisa melakukan barter seperti yang dijelaskan di cara keempat.
Keenam, menggunakan bahan makanan yang murah, namun dengan nilai gizi yang sama. Bila harga susu sapi mahal, jangan ragu untuk beralih ke susu kedelai, karena selain kandungan harganya murah, kandungan gizinya pun tidak kalah baik dengan susu sapi.
Terakhir, hindari jajan di malam hari. Bagi keluarga yang memiliki kebiasaan ngemil di malam hari, biasanya secara tidak sadar melakukan pemborosan. Untuk itu, ada baiknya untuk membuat kudapan sendiri atau ganti kebiasaan ngemil keluarga Anda dengan mengkonsumsi buah-buahan. Selain sehat, cara ini juga secara tidak langsung akan menghemat pengeluaran bulanan Anda sedikit demi sedikit.
Itulah ke enam tips yang bisa Anda lakukan dalam menghemat anggaran belanja. Selamat mencoba, dan semoga keuangan Anda menjadi selalu stabil juga keluarga selalu sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi.

*Senda Irawan
Penulis Buku “Cara Mudah Bagi UKM Mendobrak Kebekuan Bisnis”, dan Konsultan Bisnis

Kamis, 19 Januari 2012

Next Issue: Majalah Muzakki Maret 2012


Bulan Maret 2012, artikel saya tentang konsultasi keuangan keluarga akan ada di Majalah Muzakki edisi Maret 2012. Seperti apa artikelnya? Tunggu dan beli di toko buku terdekat....

-Senda-
Penjejak Cahaya