Selamat Datang

Selamat Datang di Web Blog Patriot Cahaya. Web Blog ini berisi perjalanan penulis Senda Irawan dan Novel Patriot Cahaya. Bagi sobat pembaca yang ingin mengetahui tentang Patriot Cahaya Berikut ini petunjuk link yang bisa diklik:

Klik Sinopsis - Untuk mengetahui sinopsis dari Patriot Cahaya.

Klik Endorsement - Untuk mengetahui siapa saja yang mengendorse Patriot Cahaya.

Klik Youtube - Untuk melihat preview youtube-nya.

Klik Interview Majalah - Untuk melihat berita tentang interview Senda Irawan di majalah-majalah yang pernah mewawancarainya.

Klik Interview TV - Untuk melihat berita tentang interview Senda Irawan di televisi yang pernah mewawancarainya.

Klik Bedah Buku - Untuk melihat berita tentang acara bedah buku yang Senda Irawan lakukan.

Preview Patriot Cahaya

Senin, 28 Maret 2011

Endorsement ke 16 dari penulis Coming Home

Sobat, aku hari ini semakin tidak percaya dan hanya bisa bersyukur pada Allah SWT karena dukungan demi dukungan untuk Patriot Cahaya mengalir terus. Entah harus apa aku membalas dukungan para sahabat dan teman-temanku, yang sudah memberikan endorsement di Patriot Cahaya.

Kali ini Sefryana Khairil memberikan endorsementnya untuk Patriot Cahaya. Ia adalah seorang novelis yang sudah sering mengeluarkan novel. Naskahnya bertebaran di pelbagai penerbit dari mulai Gradien, Gagas Media sampai penerbit klasik Obor. Apa kata Sefry tentang Patriot Cahaya? Simak Penuturan berikut ini:



"Ada kehidupan, ada kematian, itulah yang terus berputar, namun satu hal yang akan terus ada adalah mimpi. Novel Patriot Cahaya memberikan gambaran mengenai mimpi, serta bagaimana menggapainya. Tercapai atau tidaknya bukanlah tujuan, melainkan bagaimana usaha menggapainya. Sebuah novel yang menggugah dan menginspirasi."

Sefryana Khairil
Penulis novel Dongeng Semusim, Rindu, Tanah Air Beta, dan Coming Home.



Ini adalah sebuah beban yang masih harus kuperjuangkan, karena mimpiku sebenarnya membawa Patriot Cahaya ke level yang lebih tinggi lagi, film. Aku tahu prosesnya memang tidak mudah, tapi aku sangat sadar rentang perjalanan dan pembelajaran ini akan memberikan arti dan dampak baik untukku sendiri.

Jejakku semakin dekat, kelahiran Patriot Cahaya semakin merambat, sudah saatnya merenung tentang kisah klasik perjuanganku untuk bisa sampai ke tahap ini.....

-Senda-
Penjejak Cahaya

Minggu, 27 Maret 2011

Endorsement ke 15 dari blogger Nona Dita

Meretas mimpi menjadi novelis tanpa dukungan sahabat dan teman-teman rasanya tidak mungkin, apalah artinya saya bila tanpa dukungan mereka. Terutama para endorser, hari ini saya mendapatkan satu endorsement dari teman lama saya. Dia adalah Dita, seorang blogger yang sudah sukses dan malang melintang keliling Indonesia bahkan sampai ke Amerika.



Ditengah kesibukannya ia menyempatkan diri untuk membaca Patriot Cahaya, sungguh membuat saya terhormat karena ia masih menyempatkan diri untuk memberikan endorsement di Patriot Cahaya. Berikut ini adalah endorsement darinya:



Patriot Cahaya menyajikan kisah yang penuh warna! Ada banyak kejutan di sepanjang cerita & membuat saya menduga-duga terus kujutan apalagi yang akan diberikan Senda. Karakter tiap tokohnya kuat & masing-masing punya cerita yang menarik untuk diikuti. Pembaca punya banyak pilihan tokoh untuk dijadikan idola, karena “jagoannya” nggak cuma satu orang saja. Sampai saat selesai membaca, muncul harapan & tekad bahwa siapapun -iya, saya dan juga anda!- bisa sukses seperti para Patriot Cahaya!

(Anandita Puspitasari, blogger http://nonadita.com, penulis buku Gratis! Keliling Indonesia & Belajar di Luar Negeri karena Blog)



Sungguh sampai saat ini saya masih tidak menyangka, Patriot Cahaya akan didukung oleh banyak orang, semoga Patriot Cahaya menjadi penerang bagi jiwa-jiwa yang sedang gelap dan menjadi penerang untuk melihat kejujuran, perjuangan, semangat, persahabatan, cinta dan harapan.

-Senda-
Penjejak Cahaya

Sabtu, 26 Maret 2011

Endorsement ke 14 dari Penulis Kontrasepsi

Sobat Patriot Cahaya, aku hari ini speech less mendapatkan endorsement dan surat dari Mbak Eni Martini untuk Patriot Cahaya, sungguh diluar dugaan ia akan memberikan endorsement dan suratnya yang cukup panjang, aku hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih untuk kesediaannya membaca Patriot Cahaya.



Endorsementnya:

Patriot Cahaya menyuguhkan peristiwa menyenangkan, kegagalan dan kehilangan juga kebahagiaan, sebagai debut awal saudara Senda dalam menulis novel menurut saya idenya sangat kaya: kaya tokohnya, kaya tragedi mau pun konfliknya yang dicangkup dalam satu wadah tokoh yaitu Patriot Cahaya

Eni Martini
Penulis Novel Kontrasepsi



Dan ini surat khusus dari beliau:

10.00 wib
Bismillah.
Malam ramai…
Di hari yang selalu sibuk oleh anak-anak meski gelap mulai memeluk bumi.

Membaca novel Patriot Cahaya awalnya saya sempat dibingungkan akan karakter pertokoh, juga nama-namanya karena banyaknya tokoh-tokoh dalam novel ini yang berperan, termasuk bingung siapakah tokoh utama yang akan saya jadikan idola, meski pada halaman pertama sudah dijelaskan: tokoh Andra mendominasi cerita Patriot Cahaya.
*kebanyakan kan setiap novel pasti ada satu tokoh idola yang menonjol dan diidolakan pembacanya, misalnya dalam novelnya Kang Abik atau Habiburrahman yang berjudul Ayat Ayat Cinta, dimana disana menonjol seorang tokoh bernama Fahri baik secara karakter, dll sehingga sampai ada fenomena anak-anak yang baru lahir dinamai oleh ibunya: Fahri (ini terjadi pada teman saya sendiri).
Kembali ke Patriot Cahaya, dalam novel ini *setelah membaca sekian lembar, akhirnya saya menyakini Andra lah tokoh utama, sebagai pencetus Patriot Cahaya sesuai judul novel. Namun ternyata seiring sejalan banyak tokoh-tokoh lain yang tidak kalah kuat, terlebih setelah… ternyata Andra menemui ajalnya, menurut saya bukan sebagai penutup cerita seperti kebanyakan tokoh utama dalam novel-novel lain, bukan sebagai puncak ending-nya.(Dalam hati saya bertanya mengapa Andra harus meninggal agar membuat teman-temannya menyadari untuk bersatu menyelesaikan mimpi mereka masing-masing? Kenapa tidak diperkuat perjuangan mereka dalam menggapai impian lalu ditutup dengan ending mereka meraih mimpi sesuai porsinya masing-masing tanpa ada yang harus meninggal? Pembaca kan, bisa mengambil hikmah atau pencerahan dari pergulatan para tokoh saat menggapai mimpi mereka…
Namun pada episode si penulis saya baru tahu kenapa Andra harus meninggal dalam perannya di novel ini. Turut berduka cita ya, Senda)
Nah, ketika menyakini Andra sebagai tokoh utama, saya sempat mempermainkan imajinasi saya sebagai pembaca bahwa pada ending cerita dia akan sukses ke London, menjadi sineas film sesuai harapannya, dan bersatu dengan Kezia, pengagum gelapnya setelah melalui peristiwa Kanaya meninggal karena kecelakaan *seperti biasa para penulis membuat salah seorang tokoh meninggal agar mudah untuk merubah scene atau saya biasa menamainya: merubah takdir agar tidak perlu repot membuat cerita, kenapa tokoh tsb tidak ada atau tidak bisa bersatu dengan tokoh yang dimaksud penulis , kemudian Andra tergoda hati dengan Delta yang hanya dijumpai sekilas. Seperti suksesnya tokoh utama dalam novel Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, si Ikal (setidaknya meski gagal menyatu dengan A Ling, tokoh Ikal mencapai mimpinya sampai ending).
Sehingga pembaca akan menamatkan novelnya dengan ingatan tokoh utama hidup dengan mencapai tujuannya.*rata-rata pembaca menginginkan tokoh utama hidup kan, apalagi jika novel tersebut sejenis novel pencerahan (saya berharap sekali novel saudara Senda ini termasuk dalam novel pencerahan seperti novel-novel lain yang dibuat berdasarkan kisah nyata, amin).
Maka dari pergulatan, pertanyaan soal tokoh utama…kesimpulan akhir setelah membaca Patriot Cahaya, menurut yang saya tangkap secara pribadi ternyata tokoh utama dengan kaya karakter itu adalah ‘Patriot Cahaya” itu sendiri, yang berisi anak-anak muda dalam berbagai kalangan, yang memiliki nasib-nasibnya sendiri, yang berjuang menentukan takdir hidup, khas gaya anak muda sekarang: sok tahu, optimis-pesimis-emosional, cerdas, banyak kemauan, persahabatan, percintaan, dan pemimpi!
Pembuatan novel secara puzzle atau tidak beraturan atau si penulis menamakannya Maju-Mundur sehingga pembaca terombang-ambing emosinya, *sesungguhnya saya penyuka alur novel sejenis Patriot Cahaya, dimana kita jadi main tebak nasib, tebak ending, tebak tokoh, dsb dengan rasa penasaran penuh. Namun tidak mudah untuk membuat novel dengar alur Maju-Mundur, si penulis dipaksa untuk memiliki daya ingat tinggi akan kisah perkisah yang dibuatnya, seperti otak yang berkerja keras mengingat kejadian masa silam dan masa di depan. Salut untuk Senda ya !
Seperti novel-novel lain yang berusaha menyuguhkan sesuatu untuk pembaca, maka Patriot Cahaya menyuguhkan peristiwa menyenangkan, kegagalan dan kehilangan juga kebahagiaan, sebagai debut awal saudara Senda dalam menulis novel menurut saya idenya sangat kaya: kaya tokohnya, kaya tragedi mau pun konfliknya yang dicangkup dalam satu wadah tokoh yaitu Patriot Cahaya yang memiliki filosofi:
Sejauh mata melangkah, kita akan selalu menjadi patriot cahaya yang menerangi kegelapan. Baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang-orang di sekitar kita. Perjalanan panjang akhirnya membuat kita menyadari arti penting dari sebuah perjuangan, sebuah sinar tidak akan menjadi terang bila tak ada yang membantunya untuk tetap terang, keberadaan sahabat adalah kunci meraih asa, doa orang terkasihi adalah pemulus jalan dan keyakinan pada Illahi adalah bahan bakar untuk meneranginya.
Sehingga ketika selesai membaca novel saudara Senda yang cukup banyak menggunakan gaya bahasa puisi, seperti pada pembuka novel:
Matanya terlilip oleh debur angin di musim penghujan, saat ini badai sepertinya ingin menyapa para perindu air...
Atau pada lembaran lainnya yang menyuguhkan puisi:
Ada arti mendalam
Saat kau buat lubang di pipimu
Semua keramahan tergantikan dalam gurat halus bibirmu
Dan banyak lagi menyelipkan puisi-puisi lainnya.
Selain terhibur oleh warna berbeda, novel yang diperkaya genre tulisan lain: puisi, saya merasa anak-anak muda layak untuk membaca Cahaya Patriot agar maksud si penulis tersampaikan dengan baik: menjadi patriot cahaya dalam kegelapan...
Terbayang bukan anak-anak bangsa yang demikian, sehingga tidak ada satu pun perbuatan baik yang sia-sia meski mengalami berbagai keterpurukan

Paso, 22 Maret 2011

Eni Martini

Rabu, 23 Maret 2011

Bedah Buku 88 Kiat Menjadi Penulis Hebat



Sabtu, tanggal 19 Maret 2011 lalu aku dan Syamsa Hawa sangat exciting karena penerimaan pembaca buku terhadap buku kami cukup baik. Berkat diskusi yang diadakan KBB, buku 88 Kiat Menjadi Penulis Hebat, langsung disambut hangat oleh para pembaca.



Dalam dua hari saja, peringkat penjualan buku kami naik menempati urutan ke 3 dari total sales distributor Agromedia. Saya pribadi hanya bisa mengucapkan syukur Alhamdulillah karena Allah telah memberikan jalan untuk menggapai mimpi saya ini, sekarang langkah selanjutnya adalah membuat mimpi ini terus berkembang dan berdampak positif buat orang lain, bukan begitu sobat?

-Senda-
Penjejak Cahaya

Sabtu, 19 Maret 2011

Endorsement ke 13, Dari Penulis Summer Breeze (penulis yang novelnya sudah di filmkan)

Yiiihaaa, Alhamdulillah novelku kini dibaca oleh salah satu novelis yang sudah terkenal. Kali ini yang menjadi endorser saya ke 13 adalah seorang penulis novel Summer Breeze. Penulis yang novelnya sudah di film-kan ini, dengan segala kerendahan hatinya ia berbesar hati membubuhkan endorsement untuk Patriot Cahaya. Sungguh aku tidak duga, ia akan memberikan endorsement secepat ini, nah seperti apa endorsementnya? Simak penuturannya berikut ini:



Patriot Cahaya memberi kita semangat untuk terus meraih mimpi sekali pun jalan yang harus ditempuh tidak mudah. Pada akhirnya, yang menjadi penting bukanlah apa mimpi itu tercapai atau tidak, melainkan seberapa keras usaha kita dalam mencapainya dan pelajaran apa yang kita petik dari perjalanan itu. Good job, Senda, for delivering such messages.

Orizuka, penulis Summer Breeze dan Our Story
http://www.orizuka.com/



Aku tidak tahu harus bilang apa saat ini, namun satu hal yang aku yakini. Setiap pekerjaan yang tulus, akan di respons dengan baik oleh pembaca, karena ketulusan itu datangnya dari hati yang paling dalam. Terima kasih banyak Orizuka, karena engkau sudah menyempatkan diri dan memberikan ketulusan mengendorse dan menilai novelku ini....




-Senda-
Penjejak Cahaya

Selasa, 15 Maret 2011

6 Mentor Menulisku

Ada banyak orang yang mendukung karierku dalam menulis dari mulai menulis buku hingga sekarang menulis novel. Satu hal aku tidak pernah bisa seperti sekarang ini tanpa bantuan dari mentor-mentor saya. Kalau sobat ingin tahu siapa saja yang sudah menjadi dan pernah mementori, berikut kutunjukkan orang-orangnya:

1. Bambang Trim



Aku memang tidak pernah dimentori secara langsung oleh Pak Bambang, namun lewat bukunya Saya Bermimpi Jadi Penulis Buku, semua adalah titik balik yang menjadikanku penulis seperti sekarang ini. Aku menaruhnya di urutan pertama, karena tanpa karya beliau aku mungkin tidak akan jadi penulis.

2. Doddy Mawardi



Aku menganggap beliau adalah guru, bagi saya secara pribadi. Beliau memang tidak pernah mengajarkan teknik dan metode 12 Pas secara langsung pada saya, namun saya diberi kesempatan langsung untuk bertemu dengan beliau untuk berbagi cerita dan pengalaman tentang menulis. Aku merasa sangat tersanjung sebagai penulis pemula, beliau betul-betul tidak memandangku sebelah mata dan sangat mendukungku dengan ide-ide segarnya untuk menjadi penulis yang tidak pernah kubayangkan, Ghost Writer.

3. Syamsa Hawa



Aku belum pernah dan buta sama sekali dengan dunia penulisan fiksi, tapi sejak bertemu dengan Mbak Syamsa, pemikiranku akan dunia fiksi pelan-pelan terkuak. Aku mulai paham bagaimana cara membangun alur, kejadian, dan karakter. Kesanku yang selama ini memandang sebelah mata fiksi kemudian mencair dan aku mulai menikmati kesenanganku di fiksi.

4. Tasaro GK



Buatku dia adalah sosok yang mengajarkanku bagaimana cara bercerita yang baik. Aku banyak belajar dari karya-karyanya dan kini semakin kagum dengan sepak terjangnya. Aku mengikuti karier menulisnya jauh sebelum ia tenar, tapi aku selalu bisa menilai ia memang sosok yang besar.

5. Peer Holm Jorgensen



Peer adalah mentor sebenarnya, beliau banyak kasih saran padaku. Sejak pertemuan kami di bedah bukunya, aku mencoba menyempatkan diri untuk tetap berkomunikasinya. Semangatnya untuk mendorongku menjadi penulis fiksi membuatku semakin semangat membuat novel berkualitas. Satu waktu kalau dia ke Indonesia aku harus bertemu dengannya, atau mungkin aku yang menyusul ke Denmark ya?

6. Mula Harahap



Pak Mula mengajarkan bagaimana caranya menjadi penulis yang humble. Tidak hanya itu pemikirannya akan dunia penulisan membuatku terperangah saat pertama kali menemuinya. Sayang pertemuan pertamaku dengan beliau ternyata menjadi pertemuan terakhir, karena beliau sudah di jemput lebih dahulu oleh Sang Khalik.

Inilah enam orang mentor yang selalu mendukungku sampai saat ini, aku hanyalah orang biasa saja yang selalu ingin belajar dengan siapapun, dimanapun. Mereka memberikan ruang yang sangat luas untuk menyerap semua ilmu mereka, terima kasih banyak mentor-mentorku, tanpa kalian, apalah arti seorang Senda.

Senda
-Penjejak Cahaya-

Minggu, 13 Maret 2011

Endorsement ke 12 dari Motivator Transformasi

Sobat, alhamdulillah jalan untuk meretas Patriot Cahaya, semakin di dukung oleh banyak kalangan, tidak hanya sastrawan, novelis dan penulis buku saja, kali ini Patriot Cahaya mendapatkan endorsement dari seorang Motivator Transformasi, Dudi Mardiyansyah....



Beliau tidak hanya menjadi motivator, tapi inspirator bagi saya secara pribadi, karena perjuangannnya melawan penyakit epilepsi sangatlah gigih. Mengingatkan saya pada tokoh Andra yang berjuang untuk menggapai mimpinya menjadi seorang movie maker....

Nah seperti apa endorsement-nya? Berikut penuturan beliau terhadap Patriot Cahaya:

PATRIOT CAHAYA, sebuah Novel yang bisa men TRANFORMASI Jiwa....
Perjuangan Transformasi Andra dalam novel ini mampu Mengubah, Menggugah, Memotivasi, Menginspirasi & Mencerahkan Pembacanya.

Dudi "Motivator Tranformasi" Mardiyansyah
International NLL Trainer/Transformer Coach.



Aku senang dengan perjalanan dan pencapaian ini, meski novelku belum terbit tapi sokongan dan dukungan dari banyak kalangan membuatku bisa menapakai diri sebagai penulis....

Terima kasih banyak sobat....


-Senda-
Penjejak Cahaya

Selasa, 08 Maret 2011

Endorsement ke 11 dari Direktur Program ACT (Aksi Cepat Tanggap)

Alhamdulillah senang sekali aku mendapatkan endorsement dari penulis berguru kehidupan, sobat. Patriot Cahaya kali ini dibaca oleh seorang penulis yang juga salah satu Programme Director-nya ACT.



Beliau adalah Bayu Gawtama, seorang yang sederhana dan bersahaja yang pernah aku kenal. Setahun yang lalu pada malam pengumpulan dana KBB, aku dan teman-teman mengundang beliau di acara tersebut dan dari penuturan beliau, aku terhenyak karena banyak hikmah yang bisa di petik dari beliau.



Kali ini sebuah kehormatan, beliau memberikan endorsement padaku, berikut endorsement beliau pada Patriot Cahaya:

"Novel yang hidup! Membuat saya menghela nafas berkali-kali saat membacanya...."

Aku masih tidak bisa percaya, langkah demi langkah untuk mewujudkan Patriot Cahaya ini sudah semakin dekat. Aku tak akan pernah menyerah mewujudkan Patriot Cahaya, bersiaplah menjadi penggenggam cahaya, sobat....

-Senda-
Penjejak Cahaya

Minggu, 06 Maret 2011

Perkamen Sang Penulis



Perkamen itu kemudian ditulis
Dalam sebuah tinta harap tentang rentang panjang perjalanan diri
Terbuai seketika menapaki masa lampau ketika dera uji datang
Kelam membalut, hingga terkadang tangis itu merangkak halus menuju tebing pipi
“Ahh begitulah masa laluku,” lalu gumam itu terhempas dari bibirmu

Tiga purnama kau lewati
Hingga kumpulan perkamen yang merekam jejakmu selesai
Kau mengumbar sabit dalam kulum senyum dan puas dalam hati
“Akhirnya selesai,” kau kembali mencipta gumam untuk memuaskan dahaga juangmu

Pelan-pelan kau rajut perkamenmu hingga menjadi sebuah kitab utuh
Mulailah kau kirim sejuntai harap bersama kitab pada sebuah koloni
Kembali kau menjadi penunggu diantara selang jawaban
Hingga setengah perputaran bumi pada mentari terlewati sayup-sayup jawaban kau dengar

Seekor merpati kemudian mengabarkan pada jingga hari bahwa kitabmu hanya sebuah ceruk kecil
Sang penulis menunduk, takzim dia dalam perenungan panjang
Sejenak ia marah pada illahi karena kehendak-Nya yang tak sesuai, namun disadarinya semua hanyalah rentang kecil hidupnya

Kitab itu dipegangnya dan ia-pun mengasingkan diri dalam ramai

Satu waktu kabar tentang isi kitab itu terdengar koloni lain
Ada rasa penasaran yang menjungkit pemikiran mereka
Disuruhnya merpati itu mengambil kitabnya

Mendapati baiknya kabar, ia tersenyum dan menghadap koloni baru
Disanalah pembelajaran baru tentang kitab kemudian dimulai
Dan ia semakin paham sekarang
Bukan sekedar kitab yang menulis perjalannya
Melainkan kesabaran yang menjadikannya tertulis dalam kitab

Sadari semua....
Keningnya menyentuh lantai sembari menghempas syukur yang tak terhingga....

Jakarta 14 Januari 2011

Kamis, 03 Maret 2011

Endorsement ke 10 untuk Patriot Cahaya dari Juri Khatulistiwa Award 2002

Sobat, sudah lama aku tidak mengabarkan endorsement Patriot Cahaya.... Sekian lama naskahku terendap di penerbit, aku memang sengaja tidak mencari endorsement dulu, karena memang momentumnya belum pas.



Meski begitu aku tidak berhenti dan berpangku tangan, aku tetap bergerilya mencari endorsement untuk Patriot Cahaya. Dan kali ini aku mendapatkan endorsement dari salah seorang sastrawan yang sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta Sastra. Yup, beliau adalah Donny Anggoro, salah seorang penulis esseis, novelis, pecinta puisi dan juri di Khatulistiwa Award 2002. Seperti apa pandangannya terhadap Patriot Cahaya? Simak penuturan berikut:

“Di tangan penulis lewat caranya sendiri Patriot Cahaya begitu menggugah dengan
penuturan yang tak terlunta. Novel yang menyegarkan bagi yang merindukan liatnya
cerita.”

(Donny Anggoro, eseis, novelis, aktivis Meja Budaya dan Juri Khatulistiwa Award 2002)



Aku sangat takzim ketika ia menyempatkan Patriot Cahaya, harapanku ini adalah awal yang baik untuk memulai semuanya menjadi baik. Mimpi itu disematkan dalam hati, terkadang tidak mudah merealisasikan namun pada satu waktu ada momentum yang membuatnya meledak, percayalah ketika kau yakin semua akan menjadi nyata dan Patriot Cahaya adalah mimpi yang disematkan dan siap meledak....

-Senda-
Penjejak Cahaya

Ikuti Perkembangan Blog via Email