Selamat Datang

Selamat Datang di Web Blog Patriot Cahaya. Web Blog ini berisi perjalanan penulis Senda Irawan dan Novel Patriot Cahaya. Bagi sobat pembaca yang ingin mengetahui tentang Patriot Cahaya Berikut ini petunjuk link yang bisa diklik:

Klik Sinopsis - Untuk mengetahui sinopsis dari Patriot Cahaya.

Klik Endorsement - Untuk mengetahui siapa saja yang mengendorse Patriot Cahaya.

Klik Youtube - Untuk melihat preview youtube-nya.

Klik Interview Majalah - Untuk melihat berita tentang interview Senda Irawan di majalah-majalah yang pernah mewawancarainya.

Klik Interview TV - Untuk melihat berita tentang interview Senda Irawan di televisi yang pernah mewawancarainya.

Klik Bedah Buku - Untuk melihat berita tentang acara bedah buku yang Senda Irawan lakukan.

Preview Patriot Cahaya

Senin, 17 Mei 2010

Penjejak Cahaya di World Book Day



Aku tahu, mungkin engkau cukup lama menggenggam Patriot Cahaya. Sedari kemarin akupun mencoba bersabar menanti terbitnya novel ini. Penerbit sedang memprosesnya, maka dari itu mohon dengan sangat doa demi doanya agar Patriot Cahaya dapat digenggam sobat penggenggam cahaya dimanapun anda berada.



Sobat, aku ingin ceritakan sedikit pengalamanku saat World Book Day kemarin. Saat itu aku diundang oleh The Hermes untuk mengisi bedah buku Sebilah Sayap Bidadari (bukuku bersama 41 penulis lainnya yang didedikasikan khusus untuk korban gempa bumi Padang). Saat itu bersama Astri dan Galuh aku mulai mempresentasikan isi buku dan proses pembuatan buku ini. Diskusi menjadi sangat menarik saat audience bertanya banyak hal tentang isi buku dan bagaimana menjadi penulis.



Tahukah sobat, saat itu aku seperti terhenyak kaget, karena yang datang ke acara tersebut adalah para pembelajar yang ingin menimba ilmu menulis dari kami semua. Mendengar pertanyaan mereka membuatku ingin memperdalam lagi ilmu menulisku. Setidaknya untuk mempermudah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin di luar kuasaku. Bukan begitu sobat?



-Senda-
Penjejak Cahaya

Foto: Dokumen Astrid, http://4.bp.blogspot.com/_wRDtuawzftc/S7BXT6H6FDI/AAAAAAAABwc/XXFdsc9J4K4/s1600/sayap-bidadari1.jpg dan http://i488.photobucket.com/albums/rr248/frenavit_putra/Postingan/header.jpg

Minggu, 02 Mei 2010

Endorsement ke 9 untuk Patriot Cahaya

Setelah lama tidak mengabari sobat pembaca tentang Patriot Cahaya, kali ini aku akan mengabari tentang endorsement terbaru untuk Patriot Cahaya. Hmm siapa yang kali ini memberi endorsement?



Yup, kali ini tidak lain dan tidak bukan adalah penulis senior yang sudah meretas novel-novel best seller. Beliau adalah bu Abidah El Khalieqy yang sudah membuat novel Perempuan Berkalung Sorban dan Menebus Batas menjadi best seller. Lewat tangan dinginnya, kedua novel tersebut menjadi novel best seller. Hmm seperti apa endorsement dari beliau? Mari kita simak penuturan beliau….



“Novel persahabatan, petualangan dan percintaan yang mendebarkan. Pendongkrak jiwa muda di tengah zaman edan.”

(Abidah El Khalieqy, Penulis Perempuan Berkalung Sorban dan Menebut Batas)



Aku sangat terperangah, kala beliau menyempatkan diri untuk membaca Patriot Cahaya. Aku berharap langkahku menuju impianku, tidak terhadang apapun. Seperti mimpi Patriot Cahaya yang akan terealisasi….

-Senda-
Penjejak Cahaya

Minggu, 18 April 2010

Endorsement ke 8 Untuk Patriot Cahaya dari Fahd Djibran

Wow, senang sekali aku mendapatkan endorsement dari penulis hebat seperti Fahd Djibran. Penulis yang terkenal cerdas dan menggelitik pemikiran kita akan kontempolasi dan sastra ini sudi berkenan membubuhkan endorsementnya padaku. Mau tahu seperti apa endorsementnya? Check it out....



“Saya sangat mengapresiasi novel ini. Kisah tentang cinta dan perjuangan memang tak pernah habis dikupas, selalu ada sisi lain yang menarik untuk diakrabi dan dijadikan sumber inspirasi.”

Fahd Djibran, Penulis Curhat Setan



Fiuh susah mengungkapkan apa yang kan ku rasakan nantinya bila Patriot Cahaya sudah tergenggam. Kejutan-kejutan ini memberikanku spirit untuk tetap berjuang seperti para Patriot Cahaya selalu menggenggam keyakinan pada dirinya untuk bertindak.

Terima Kasih Fahd karena sudah meluangkan waktu untuk membaca naskah saya....
:-)

-Senda-
Penjejak Cahaya

Jumat, 16 April 2010

Senda bicara tentang Annida On Line



Baru-baru ini Annida On Line mewawancaraiku. Media yang selalu menyupport karierku ini memang media yang sangat perhatian dengan perkembangan penulisanku. Dari mulai buku pertamaku muncul, Annida selalu mengekor sepak terjangku. Hingga akhirnya akupun masuk di halaman Muda mereka.

Belum cukup sampai disitu, aku juga baru-baru ini diwawancarai pihak Annida untuk menjelaskan buku Sebilah Sayap Bidadari. Buku yang mengumpulkan prosa dan puisi yang ditulis dari beragam penulis dengan latar belakang budaya yang berbeda ini membuat Annida menjadi sangat tertarik mengungkap hal-hal tentang misi sosial yang diemban buku ini.

Aku tidak pernah tahu apresiasi mereka terhadap karier menulisku sedetil ini. Memang aku pernah diwawancarai oleh Kompas TV, majalah NGO, majalah Gema, dll. Namun tidak ada yang secara kontinuitas mewawancaraiku selain Annida. Sekarang wawancaraku dengan Annida telah terbit di http://www.annida-online.com/berita-penulis/irawan-senda-memburu-penerbit.html dan aku merasa sangat bersyukur karena mereka membuatku menjadi lebih berarti.

Sekarang aku sadar, penulis itu sebenarnya bisa besar bukan hanya karena karya, pembaca dan penerbit saja. Medium media ternyata membantu kita jauh lebih besar dari sebelumnya. Sekali lagi terima kasih untuk Annida atas semua dukungan yang selama ini diberikan padaku.

Senda
-Penjejak Cahaya-

Sabtu, 10 April 2010

Endorsement ke 7 untuk Patriot Cahaya

Kali ini Patriot Cahaya mendapatkan endorsement yang luar biasa, penulis yang terkenal mengayomi banyak penulis-penulis baru ini menyukai beberapa kalimat penggugah yang ada pada Patriot Cahaya. Dua kalimat tersebut adalah sebagai berikut:



“Denger ya Ndra, kita ini Patriot Cahaya! Pejuang mimpi yang selalu bertarung memperjuangkan mimpi-mimpinya untuk bisa hidup. Jangan cengeng karena alasan sepele kehilangan orang yang lo cintai….”

Dan satu bagian lagi yang disukainya adalah bagian ini:

“Sengaja kubiarkan bintang terbelah itu untuk membuktikan padamu, aku akan kembali menyatukan bintang itu menjadi utuh. Saat bintang harapan terdahulu hilang setengahnya, kamu datang memberikan makna setengah bintang padaku. Aku ingin kita sama-sama percaya untuk saling melengkapi, setelah aku kembali. Karena aku akan selalu memegang janji itu padamu.”

href="http://1.bp.blogspot.com/_atGAVOLWUKQ/S8BTjwdrDKI/AAAAAAAAAEw/PHvisoXNv1w/s1600/3.jpg">

Siapakah penulis yang menyukai dua bagian diatas? Ia adalah Triani Retno atau biasa disapa dengan mbak Retno. Tulisan-tulisannya sudah beredar di banyak penerbit dari mulai Mizan, Luxima, bahkan Gramedia. Ingin tahu komentar apa yang dibubuhkan untuk Patriot Cahaya. Simak penuturannya:

“Tak ada yang mudah dalam hidup ini. Semua membutuhkan perjuangan. Seberapa berani kita memperjuangkan mimpi-mimpi kita?
Novel ini sangat menyentuh hati dan menumbuhkan semangat untuk tidak berhenti berjuang.”

Triani Retno
Penulis Buku 25 Curhat Calon Penulis Beken

Sungguh sebuah kehormatan besar ketika beliau membubuhkan endorsementnya pada novelku. Aku tidak percaya novelku mendapat apresiasi seperti ini. Semoga perjalanan minggu depan ke penerbit, memuluskanku untuk terbitnya novel ini.

-Senda-
Penjejak Cahaya

Endorsement ke 6 untuk Patriot Cahaya

Baru-baru ini aku dikirimi endorsement dari seorang penulis yang luar biasa. Penulis ini adalah penulis novel Pandaya Sriwijaya yang terkenal dengan kedigdayaannya dalam membuat kompleksitas cerita.

Ia adalah Yudhi Herwibowo, salah seorang penulis serba bisa, yang bisa menulis apa saja. Dari mulai novel, novel sejarah, buku komputer, sampai buku-buku dengan genre humor. Nah, mau tahu endorsement apa yang diberikan untuk novel saya ini? Mari kita simak penuturannya:



“Menapaki setapak mimpi dengan belutan kisah-kisah tanpa putus asa di antara jurang-jurang kejatuhan, ditambah kisah cinta, persahabatan dan keyakinan membuat Patriot Cahaya menapaki mimpinya itu dengan apik.”

Yudhi Herwibowo
Penulis Pandaya Sriwijaya



Betapa senangnya aku tatkala mengetahui salah seorang penulis hebat yang aku senangi penceritaannya kini membubuhkan endorsementnya. Semoga perjuanganku untuk Patriot Cahaya, memberikan hasil yang signifikan.

-Senda-
Penjejak Cahaya

Rabu, 07 April 2010

Endorsement ke lima untuk Patriot Cahaya

Patriot Cahaya kini sudah mulai menapaki endorsement ke lima. Aku tidak menyangka kali ini penulis Si Bujang dan Putri Malaka, berkenan meluangkan waktunya untuk membaca Patriot Cahaya. Ya, mas Harlis Kurniawan yang terkenal dengan buku penceritaan sarat hikmah ini sudi membubuhkan endorsementnya pada saya. Seperti apa endorsementnya, mari kita simak….



Pejuang mimpi selalu bertarung memperjuangkan mimpi-mimpinya untuk bisa. Mimpi dari kebebasan cinta yang membelenggu. Mimpi kebebasan dari rasa cinta yang membelenggu. Mimpi dari kebebesan dari cita-cita yang belum menyata. Mimpi dari kebebasan dari derita masa lalu yang masih mengikuti.
Novel ini adalah novel yang layak baca bagi kita yang ingin membebaskan diri dari mimpi-mimpi yang masih mengikuti.

Harlis Kurniawan, Penulis Bujang dan Putri Malaka



Nah, itulah sepenggal endorsement dari mas Harlis Kurniawan. Jalan panjang masih terbentang luas di depan, setahap demi setahap sudah kulewati untuk bisa sampai ke penerbit, doakan novelku terbit tahun ini juga sobat.

-Senda-
Penjejak Cahaya

Endorsement ke empat dari Tasaro GK

Siapa tidak kenal Tasaro? Ia adalah penulis novel yang sekarang sedang sangat booming. Novel Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan-nya menjadi novel best seller dan menjadi novel terbaik tahun ini. Kali ini Tasaro GK menorehkan endorsementnya untuk Patriot Cahaya. Hmm seperti apa endorsementnya? Check it out….



“Movie, Persahabatan dan Cinta. Apalagi kombinasi yang magnetnya melebihi tiga tema itu? Novel di tangan anda ini melibatkan anda dalam dunia yang anda kenal fasih. Anda akan merasa berada berada di dalamnya.”

Tasaro GK, Penulis Novel Muhammad dan Galaksi Kinanthi



Wow, aku merasa sangat tersanjung ketika endorsement ini diberikan padaku. Langkah menuju penerbitan kini semakin dekat, endorsement demi endorsement yang diberikan membuatku berdegup kencang. Aku tidak tahu akan seperti apa nantinya, hanya lantunan doa yang bisa mengantarkan novel ini terealisir. Sungguh semakin ke sini, dadaku semakin berdegup kencang, semoga novelku diterima penerbit. Seperti harapan para endorser padaku. 

-Senda-
Penjejak Cahaya

Endorsement ke tiga dari Syamsa Hawa

Patriot Cahaya memasuki fase endorsement ke tiga, kali ini yang memberikan endorsement adalah seorang sahabat yang juga mentor menulis novel. Banyaknya kritik, saran yang diberikan olehnya, akhirnya membuat Patriot Cahaya ini lahir.



Yah, namanya Syamsa Hawa. Karenanya aku lahir menjadi novelis untuk pertama kalinya. Tahukah sobat endorsement apa yang diberikan Syamsa Hawa pada saya? Berikut adalah endorsementnya….



“Novel ini manis, puitis, juga dramatis dan tragis. Tapi tidak melankolis! Ada energi yang bisa diserap dalam setiap track yang dilalui para Patriot Cahaya. Mengenai persahabatan, impian, cinta, ketulusan dan semangat untuk bangkit dari keterpurukan.

Setahu saya, pertama kali mengenal Senda, pengalaman menulis fiksinya masih nol. Bisa menghasilkan novel perdana setebal tiga ratus halaman lebih begini, sungguh tidak terbayangkan sebelumnya. Apalagi gaya penceritaannya Senda banget! Bagi saya, Senda sudah berhasil mentransformasikan dirinya dari penulis non fiksi menjadi penulis fiksi yang cukup piawai mengemas cerita dengan cara berbeda.

Sudah pasti Senda telah menguras banyak energi untuk menulis novel ini, namun sekaligus memperoleh energi baru yang berlipat setelah menyelesaikannya. Betul kan Sen? Good Job!”

Syamsa Hawa, Penulis Novel, Cerpenis, Redaktur Annida, Mentor Focuz The Writing School

Ketika endorsement ini datang, jujur aku cukup terharu. Karena usahaku selama ini akhirnya mulai terlihat. Tapak demi tapak akhirnya kujejaki untuk Patriot Cahaya. Sebuah dunia yang akan mengantarkanku ke dalam level yang kuinginkan kedepan….

-Senda-
Penjejak Cahaya

Jumat, 02 April 2010

Endorsement kedua dari penulis novel Tragedi Kapal Livina



Fiuh beberapa waktu lalu, aku menyodorkan Patriot Cahaya pada salah seorang sahabat di dunia maya yang juga penulis novel. Namanya Ma’mun Affani, ia adalah seorang penulis novel yang menceritakan tentang kejadian pelik yang terjadi pada Kapal Livina. Endorsement singkatnya adalah sebagai berikut:

“Begitu pelik. Pembaca akan bertanya titik akhirnya…”

Hmm, kalau penulis yang terkenal dengan tulisan penuh realitas saja, memberikan endorsement untuk Patriot Cahaya, maka kenapa tidak mencoba menilik lebih dalam Patriot Cahaya?



So, tunggu tanggal mainnya ya….

-Senda-
Penjejak Cahaya

Kamis, 25 Maret 2010

Endorsement Patriot Cahaya

Untuk pertama kalinya Patriot Cahaya diberi endorsement dari salah seorang penulis yang karyanya sudah melimpah di usia mudanya. Yah, penulis bernama Endik Koeswoyo menjadi orang pertama yang memberikan endorsement untuk novel saya.

Setelah Mas Endik (sapaan hangat untuk Endik Koeswoyo) membaca Patriot Cahaya, ia pun berkomentar manis tentang karya saya. Bunyi endorsement seperti ini:



“Penggabungan antara cinta, realitas dan impian dalam novel ini begitu luar biasa. Alur yang dibangun begitu unik. Membacanya membuat kita sadar bahwasanya kita adalah penerang, kita adalah cahaya itu”
(Endik Koeswoyo, Penulis dan Pimred. Kembang Pustaka, Penulis novel Doa untuk Dinda)



Saya sendiri sebagai penulis, cukup terkejut dengan komentarnya. Karena saya tidak menyangka naskah novel saya dapat membuat tertarik seorang penulis yang sudah malang melintang di dunia perbukuan. Yah, mas Endik yang juga salah satu orang di balik acara Islamic Book Fair Jogja, Malang dan Surabaya ini berkenan memberikan waktu untuk membaca dan memberikan endorsement untuk saya.

Nah kalau mas Endik yang penulis novel saja mau membaca novel saya, mengapa sobat Patriot Cahaya tidak mencoba membaca novel saya nantinya?

-Senda-
Penjejak Cahaya

Tahap editing yang cukup menguras tenaga



Kalau boleh jujur, aku terperangah saat menyelesaikan Patriot Cahaya, betapa tidak novel ini benar-benar menguras energi, waktu dan tenaga untuk menyelesaikannya. Terlebih di fase editing ini, aku sudah mulai menguras energiku lebih lanjut untuk mengedit bagian-bagian tersulit dalam novel ini.

Dengan bantuan sahabatku yang juga penulis, kini kucoba merampungkan bagian-bagian yang kuanggap sulit. Sekarang aku semakin menyadari menjadi seorang penulis novel tidaklah mudah, karena sewaktu aku menelurkan Living Like a Puzzle, aku tidak pernah mengalami kelelahan pikiran seperti saat ini. Ingin rasanya melakukan perjalanan panjang untuk me-refresh kembali semuanya, mungkin aku akan pergi ke China atau Korea atau mungkin akan umroh?

Well, bagaimanapun kondisinya tahun ini mungkin aku akan melakukannya, tentunya setelah perjuanganku ke penerbit dan mengedit ini semua selesai. Ahh, nikmatnya menjadi novelis….

-Senda-
Penjejak Cahaya

Minggu, 21 Maret 2010

Akhirnya Selesai Juga....



Sudah kupikirkan berbagai macam cara untuk menyelesaikan sesuatu yang kumulai tentang sebuah konsep bernama Patriot Cahaya. Siang malam, aku membaca banyak novel, buku, berjibaku dengan komputer dan pencarian makna tentang hal-hal yang mengguncang dunia. Hingga akhirnya kau tahu? Aku berhasil menyelesaikan semuanya.

Ini sebuah prestasi besar bagiku, mengingat apa yang sudah kurencanakan sudah selesai setahap, meski masih enam tahap lagi yang belum kuselesaikan.

Kedepan aku tak tahu apa yang akan terjadi, namun satu hal, aku percaya semua akan baik-baik saja selama ada niat baik meminta perlindungan-Nya. Semoga langkah kecilku dapat perlahan menapaki jenjang mimpiku pada tahap selanjutnya

-Senda-
Penjejak Cahaya

Senin, 08 Februari 2010

200 Halaman Sudah Tertalukkan


Begitu panjang jalan kulewati untuk menyelesaikan 200 halaman. Beragam kesulitan yang mengiang dan menyilangi lingkup alur membuatku menjadi pusing kepalang. Tak jarang emosiku meluap tak beralasan.

Letupan ini membuatku semakin tidak terkendali karena sebagian besar pikiranku seolah terdesak keluar. Di luar semua itu detik ini aku hanya bisa mengucapkan syukur yang lebih mendalam lagi, karena aku sudah melewatinya.

Meski aku tahu ini belum usai, setidaknya langkahku menggapai cahaya itu semakin dekat. Dan sepertinya aku menikmati perjalananku saat ini.

Dalam sebuah detik ku melangkah….

Diantara denting harap….

Karena aku Patriot Cahaya

_Senda_
Pencatat Cahaya

Minggu, 31 Januari 2010

20 halaman penuh emosi dan intuisi



Jejak perjalananku semakin menunjukan aral yang melintang besar di depanku. Aku seperti terjembab dan keluar dari kungkungan bab yang kubuat sendiri. Untuk pertama kalinya aku sebagai subyek menjadi tak bebas dari sebuah kebebasan yang kupilih. Kungkungan bab ini mencoba mengeluarkan batas pemikiranku semakin dalam, menjejakkan hari demi hari untuk menyelesaikan bab ini.

Nafasku seakan tersengal-sengal untuk menyelesaikan ini. Tingkat beban pikiran yang menyentakkan pikiranku seolah membuatku ingin meledakan diri dalam situasi pelik ini. Beruntungnya Sang Khalik memberikanku ide dan petunjuk-petunjuk untuk menyelesaikan semuanya. Hingga aku bisa sedikit bernafas lega kali ini.

Aku tidak akan tau akan seperti apa sensasi yang akan kutemui saat mencoba menyelesaikan semua hal ini, tak sabar menanti bintang sirius yang menyala terang, seterang nyala cahayaku pada harapan terbitnya novel ini, terlebih jika rasio mimpi filmasisasi novelku terwujud, bukan kepalang rasa bahagia ini.

Semoga harap ini terkabul dan aku lebih bisa menelungkupkan badanku, seraya menyentuh kening sambil mengucap rasa syukur mendalam pada hidup. Alhamdulillah….

Senda
Sang Pencatat Cahaya

Senin, 25 Januari 2010

Menyematkan Cahaya Baru dalam Konflik


Pertengahan jalan ini kumulai kembali perjalanan cahaya dengan sebuah tantangan baru, orang berkata ini sebuah ras. Tapi bagiku ini sebuah kenyataan yang pelik, yang harus kuangkat.

Maafkan aku sodaraku karena aku telah membuka luka bathin yang telah tersimpan begitu lama. Tujuanku hanya ingin menguak tabir yang tak terkuak oleh lekang waktu. Aku ingin membuka mata tentang sebuah perbedaan yang seharusnya tak tercipta.

Aku ingin mereka menyadari tidak ada lagi pandangan sinis dalam balutan perkataan yang mungkin menyentakmu dengan kata-kata,”CINA.” Harapku Patriot Cahaya akan membuka mata siapapun untuk melihat hari esok lebih baik.

Seperti genggaman tangannya untuk dirimu….

-Senda-
Sang Pencatat Cahaya

Selasa, 19 Januari 2010

Separuh



Bila separuh perjalananku telah kulewati, itu bukan karena kuatnya pemikiranku. Bukan pula karena kemampuanku yang utuh. Semua karena kehendak-Nya yang berperan banyak mengisi kekuatan dipikiranku untuk merealisasikan mimpi menjadi nyata.

Penjejak Cahaya, sudah setengah jalan kulewati untuk menulis Patriot Cahaya. Beragam perasaan bercampur aduk, sedih, tertawa, galau, bingung semua silih berganti datang. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan ketika aku harus menyelesaikan perjalanan jejak cahaya.

Semoga perjalananku ke depan dipermudah untuk nantinya mencapai sebuah hasil yang bermakna untuk penjejak cahaya dan untuk diriku sendiri.

Senda
-Sang Pencatat Cahaya-

Jumat, 15 Januari 2010

Perjalanan Cahaya Sang Patriot


Sepertiga jalan kini kulewati.... Perpaduan rasa suntuk, sedih, senang, kurasakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan ini. Pada satu titik suntuk aku merasakan hilangnya ide yang tak bisa kukendalikan dalam genggamanku. Padahal seharusnya dapat kugenggam dengan baik semua kendaliku. Namun itulah dinamika yang harus kulewati....

Tidak ada sebuah perjuangan yang mulus, semua selalu memiliki lika-liku. Tinggal bagaimana kita menyikapinya bukan? Hmm, di sepertiga menuju setengah jalan, sudah beragam konflik dan perjalanan yang mengharukan hadir dalam dunia Patriot Cahaya, berbagai macam pemikiran dan dialog sudah banyak keluar. Kini tinggal bagaimana menjaga kestabilan semangat untuk sampai akhir. Aku yakin hari itu akan tiba, bila perhitunganku benar, Patriot Cahaya akan selesai mentahnya ketika Februari berakhir. Keyakinanku mungkin benar, mungkin juga salah. Satu keyakinan pasti para penjejak (baca:pembaca blog dan calon pembaca novel Patriot Cahaya) akan membantu mengingatkanku akan target yang ingin kuselesaikan.

Penjejak Cahaya, kuharapkan doa dan spirit untuk menyelesaikan perjalanan Patriot Cahaya. Karena kedepan beragam konflik harus kuramu untuk menyelesaikannya, ke depan liku akan lebih sulit dari yang kubayangkan, entah kejutan apa lagi yang akan kudapatkan nanti....

-Senda-
Sang Pencatat Cahaya

Rabu, 13 Januari 2010

Setitik cahaya untuk sebuah mimpi



Pertama kali menorehkan tulisan untuk mengawali ini dan mulai berpikir kembali tentang bab-bab seperti apa yang akan tampil dalam novel pertama saya. Hingga sebuah ide dari beragam perjalanan mencari inspirasi selama satu tahun terakhir ini membuat saya membuat Patriot Cahaya.

Dengan mencoba menggali kekuatan menulis saya, akhirnya saya menemukan sebuah kekuatan dalam membuat sebuah dramatisasi dalam penulisan novel. Dukungan dan support mengalir ketika saya memulai proyek ini. Serba tidak pasti membuat sebagian kalangan berkata “proyek mimpi akan terealisir bila ada pendukungnya, sedang dirimu hanya penulis biasa yang hanya ingin bertransformasi menjadi novelis.”

Saya terdiam dalam sebuah perenungan ketika sumbang suara ini menekan imaji saya. Hingga terbersit keinginan, untuk tidak memulai.

Namun suara sumbang itu tak kudengarkan dan kuhilangkan sejenak, hingga akhirnya dengan keberanian saya mencoba untuk membuatnya. Berawal mengerjakan setengah-tengah dengan kerjaan menulis lainnya, kini saya fokuskan semua pikiran saya ke dalam novel ini. Entah ada kekuatan seperti apa yang menggiring saya untuk tetap bertahan. Hanya sebuah keyakinan untuk melihat mimpi terbesar dalam hidup.

Jalan terjal mungkin panjang membentang, namun harapan selalu membawa kekuatan bagi siapapun untuk merealisasikan mimpi. Karena aku Pencatat Cahaya….

Ikuti Perkembangan Blog via Email